Senin, 12 Agustus 2013

Gw pernah iseng-iseng ikut sebuah lomba dengan tema "Liburan Di Negeri Antah Berantah" (genre fantasi-fiction). Tanpa gw duga, ternyata cerpen gw kepilih jadi juara 2 (Puji Tuhan!) dan cerpen gw bisa ikut diterbitin bareng cerpen2 lain yg juga ikut dalam lomba tsb. Pengalaman ini super luar biasa buat gw yg udah sejak lama pengen punya karya yg bs diterbitin.. Tapi, gw sadar tulisan gw blm baik.. So, gw terbuka buat kritik & saran dari kalian.. Berikut ini gw post cerpen gw..

Fyi: dalam urusan menulis, ada satu sahabat yang selalu memotivasi gw, yaitu Debby Erli (Deer). Tulisan ini adalah salah satu persembahan gw untuk Debby yang kini telah berada di surga.

*** 


Kunci Perak Raja Alo

            Benda ini mulus tanpa segores lecet pun ada pada dirinya. Kuraba dan kurasakan benar-benar tekstur benda yang sebenarnya tak boleh kusentuh ini. Kuamati juga setiap detail sisinya hingga aku mendapati sebuah lambang. Lambang ini berbentuk lingkaran dengan tulisan zabalo di dalamnya.
            “Lexa! Letakkan kunci perak itu!”
Aku menoleh ke sumber suara dan kudapati sosok ayah dan ibu telah berdiri di dekatku. Sejurus kemudian, tangan ayah segera bergerak untuk merebut kunci perak itu dari tanganku. Tapi, aku telah mempelajari kebiasaan ayah ini sejak kecil. Ketika ia melihatku memegang kunci perak ini, ia pasti segera ingin merebutnya. Maka, kali ini aku segera menggenggam erat kunci perak ini dan dengan cekatan menyembunyikannya di kantung belakang celanaku.
“Lexa... Ayo segera berikan kuncinya ke ayah...”kali ini ibu yang bersuara.
“Tapi kenapaaaa??? Kunci ini hanya kunci perak kecil! Kenapa  aku nggak boleh memegangnya? Seolah-olah kunci perak kecil ini bisa membahayakanku aja!”ucapku lantang.
“Ya, kunci itu bisa membahayakanmu...”ucap ayah dengan nada suara rendah.
“Ayah harap kamu segera mengembalikan kunci perak itu ke tempatnya semula, karena di situlah ia harus berada,”lanjut ayah lagi sambil melangkah pergi dari hadapanku.
Banyak pertanyaan berkecamuk di pikiranku tentang kunci perak ini. Namun, tepukan ringan tangan ibu di pundakku seakan melarangku untuk berpikir lebih jauh lagi dan memaksaku untuk menuruti saja apa kata mereka.
Aku melangkah malas-malasan ke ruang baca setelah ibu menghampiri ayah yang sekarang sedang menonton televisi. Ruang baca ini tertutup, sehingga aku bisa menenangkan diri sementara dari keanehan sikap orangtuaku terhadap kunci perak ini.
Ratusan buku koleksi ayah, ibu, dan tentunya juga sedikit koleksi buku milikku memenuhi ruang baca ini. Selama ini aku hanya membaca buku-buku novel remaja milikku di bagian rak bertuliskan nama “Alexandra”. Tapi, entah mengapa kali ini kakiku menuntunku bergerak ke rak-rak lain milik ayah dan ibu. Aku menatap ke buku-buku tebal di rak paling atas. Sebuah buku menumbuhkan rasa ingin tahuku karena warnanya yang  cukup menusuk mata. Aku berusaha keras mengambil buku itu yang ternyata adalah sebuah album foto lama milik ayah dan ibu. Ukiran nama ayah dan ibuku yang mulai terlihat ketika aku menarik buku itu membuatku semakin penasaran tentang masa lalu mereka. Sambil berjinjit karena tingginya rak buku tersebut, aku menarik keluar album foto di rak tertinggi itu dengan tidak sabar. Akibatnya, sebuah buku lain ikut terjatuh juga dari rak tersebut dan menimpa kakiku.
 “Awww! Sakit banget! Buku apa sih itu?”tanyaku dalam hati.
Buku yang baru saja jatuh itu tiba-tiba begitu memikatku karena berbagai ukiran di sampul buku tersebut. Warna buku itu hitam dengan sepotong lambang kecil berwarna perak. Ya, perak. Lambangnya berbentuk bulat dengan satu tulisan kecil di dalamnya: zabalo.
Aku merogoh kantung belakang celanaku dan menemukan kunci perak yang kucari. Ternyata, aku memang lupa mengembalikannya ke tempat semula seperti yang diminta ayah dan ibu. Tanpa menunggu lama lagi, aku segera menempelkan kunci perak ini ke buku berwarna hitam itu untuk memastikan lambang yang aku lihat memang benar-benar sama. Dan...dugaanku memang tidak salah: lambang berbentuk lingkaran yang ada di kunci perak ini memang sama dengan yang ada di buku hitam itu.
Jantungku berdegup begitu kencang sesaat setelah menempelkan kunci perak ini ke buku hitam yang kuletakkan di lantai itu. Lambang yang sama itu hanyalah sebagian kecil penyebab kegugupanku ini. Tapi, yang lebih parah adalah objek yang baru saja aku lihat: lambang yang aku katakan berbentuk lingkaran itu baru saja bergerak seolah-olah adalah ular yang baru saja bangun dari tidur panjangnya. Kini, lambangnya bukan lagi bulat, melainkan berbentuk oval dengan lingkaran hitam di bagian tengahnya. Bentuk oval tersebut benar-benar seperti  sebuah bola mata yang sedang  menatap ke arahku. Sedangkan lingkaran hitam di tengah lambang berbentuk oval tersebut ternyata adalah sebuah lubang kunci yang ukurannya sangat pas dengan kunci perak yang sedang aku pegang saat ini.
Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan dan keberanian apa yang sedang merasuk ke dalam tubuhku, sehingga aku dengan mudahnya memasukkan kunci perak ini ke dalam lubang kunci terebut dan memutar kuncinya.
            BLAM! Semuanya gelap seketika dan aku tidak ingat apa yang terjadi lagi.
***
            “Hei, apa yang kamu lakukan di situ?! Pengawal Raja Alo sedang melakukan pencarian terhadap barang raja yang hilang. Jika kamu masih di tengah jalan seperti itu dengan tampang ketakutan, maka kamu akan dicurigai sebagai pencuri dan akan segera dibunuhnya! Cepat, sini masuk ke rumahku!”
            Dengan kaki lemas dan pikiran yang tidak mengerti apapun, aku pun mengikuti saja perintah si pemilik suara itu.
            “Siapa namamu?”tanya si pemilik suara.
            “Lexa. Dan namamu siapa?”tanyaku dengan suara yang serak.
            “Aku Laras. Ngomong-ngomong, aku belum pernah melihatmu di sekitar sini. Sedang apa kamu di Negeri Tak Berujung ini?”tanyanya sambil meyuguhkan segelas air putih padaku.
            “Terima kasih,”kataku setelah meneguk air itu sampai habis.
            “Aku tidak tahu bagaimana aku bisa di sini. Yang aku ingat, aku memasukkan kunci ke dalam lubang kunci yang terdapat di sebuah buku milik ayahku. Tadi kamu bilang ini adalah Negeri Tak Berujung kan? Apa maksudnya?”tanyaku bingung.
            “Maksudmu kunci perak dengan lambang berbentuk lingkaran dengan tulisan zabalo di dalamnya?! Wah! Kamu benar-benar harus cepat pergi dari negeri ini atau kamu dan aku akan mati!”serunya.
            “I... Iya... Itu kunci yang aku maksud. Bagaimana kamu bisa tahu?”tanyaku terbata-bata.
“Oke, akan aku beritahukan padamu tentang negeri ini. Pada awalnya, negeri kami ini sama dengan negeri-negeri lainnya. Kami punya penguasa yang baik dan tanah kami pun subur. Hanya saja, ada dua keunikan di negeri ini, yaitu para penduduknya yang tidak bisa menjadi tua dan kenyataan bahwa orang-orang yang telah masuk ke negeri ini tidak akan bisa keluar lagi. Oleh karena itu, negeri ini dinamakan Negeri Tak Berujung. Suatu hari, muncul seorang wanita cantik bernama Sandra. Ia datang begitu tiba-tiba dengan kereta perak dan Raja Alo melihatnya. Raja Alo begitu jatuh cinta pada wanita itu dan berniat menikahinya. Tapi, wanita itu kemudian dibawa pergi oleh seorang pria bernama Alex yang berhasil masuk ke negeri ini dengan kereta perak yang terakhir. Alex mencari jalan untuk bisa keluar dari negeri ini bersama dengan Sandra yang ternyata adalah istrinya. Setelah tahu bahwa kunci perak adalah satu-satunya jalan, Alex pun mencuri kunci itu dari Raja Alo dan membawa Sandra pergi dari sini. Akibatnya, Raja Alo menjadi sangat murka dan menyuruh pengawalnya untuk mencari kunci perak itu lagi. Kau tahu kenapa? Karena, itu adalah satu-satunya jalan untuk bisa keluar-masuk negeri ini. Cepat Lexa, cepat selamatkan dirimu sebelum kunci perak itu diambil Raja Alo! Yang perlu kau lakukan sekarang adalah lari sekencang-kencangnya ke arah barat! Jika kau melihat matahari mulai terbenam, cepat keluarkan kunci perak itu dan perlihatkan ke arah matahari. Matahari itu akan berubah menjadi oval yang berbentuk seperti mata. Kemudian, kau hanya perlu memasukkan kunci perak itu ke dalam lubang kuncinya yang terdapat di tengah-tengah lambang oval tersebut. CEPAT! Segera ke arah barat sebelum hari gelap dan sebelum para pengawal Raja Alo menangkapmu!”ungkap Laras.
Kepanikan jelas tergambar di wajah Laras. Dan aku... Aku hanya bisa memeluknya sebagai ucapan terima kasih tanpa mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Aku berlari sekuat tenaga menuju ke arah barat. Setelah sampai, aku lakukan apa yang Laras katakan tadi, dan... BLAM! Semuanya gelap seketika dan aku tidak ingat apa yang terjadi lagi. 
 

Sabtu, 03 Agustus 2013

You Can Count On Me (?)

Ini adalah kisah gw sama satu sahabat cowok gw.. Selama gw kenal dia, dia ga pernah bergantung sama gw.. Sebaliknya, justru gw terus yang bergantung sama dia, mulai dari masalah kecil sampe ke masalah besar.. Buat gw, sahabat gw ini special banget! Dengan cerita ke dia, beban2 gw bisa langsung keangkat begitu aja.. Kalimat-kalimat nasihat yang dia kasih ke gw juga selalu simple, tapi daleeeem banget.....

Sahabat gw ini punya masalah dalam hal percintaan.. Kurang lebih dia udah 4x dikhianatin sahabat2nya sendiri, karena cewek yg dia suka direbut sama sahabat2nya.. Seringkali gw berusaha ada buat sahabat gw ini, tapi dia ga pernah mau kelihatan lemah di depan gw.. Dia selalu bertingkah seakan semuanya baik2 aja dan dia bisa move on segera.. Beberapa kali dia sempet kasih liat ketidakberdayaan dia ke gw, tapi selalu aja ada yang dia tutupin.. Jadi, gw ga bs nanya lebih lanjut lagi setiap kali dia ga mau cerita detail..

Suatu hari, setelah bertahun2 kami sahabatan, dia kirim BBM yg kurang lebih isinya bilang "Kali ini gw bener2 harus cerita ke lo, Sil.. Gw udah ga tahan.." Pas gw sama dia udah ketemuan, dia ga cerita! :" Akhirnya kita cuma nonton aja.. Nah, sampe suatu subuh dia BBM "Gw kira klo kita udah jatuh berkali-kali, kita ga akan ngerasa sakit lagi pas dapet luka...(dst.)" Gw tau bgt BBM itu adalah puncak2nya sahabat gw ini ga tahan sama masalah dia.. Jadi, gw sama dia janjian buat ketemu keesokan harinya.. Sayangnya, karena gw abis begadang dan masih ngantuk, gw sempet cuekin dia pas dia contact gw pagi2.. Dia bahkan sempet telepon berkali2, sempet BBM, sama sempet SMS jg.. Memang sih gw sempet kebangun dan liat, tapi gw ga bales :'( JAHAT BANGET KAN GW! Gw jd kesel bgt sama diri gw saat itu karena ga ada di saat sahabat gw butuh gw...

Singkat cerita, dia udah cerita ke gw semua masalah dia.. Oke, gw memang ga bisa ngerasain apa yg dia rasain seutuhnya.. Tapi yg gw pahami saat itu, sahabat gw ini lagi hancur sehancur hancurnya, sakit sesakit sakitnya....... Pengen rasanya gw rangkul atau gw peluk dia sambil bilang "Gpp, keluarin aja semuanya.. Lo boleh nangis klo lo mau nangis.." DODOLNYA, gw malah diem aja di sebelah dia dan malah gw yg udah mau nangis -.- Gw sayang bgt sama sahabat gw ini...Tapi, gw malah ga bs jd sosok yg kuat atau bs dia andalkan pas dia butuh gw..hiks! Gw jd bertanya2, masih berlaku-kah kalimat "You can count on me" yg gw ucapin ke dia dulu? :(


Kamis, 11 Juli 2013

Si Rusa Kecil

Bukan karena ia telah pergi, maka kusebut ia sahabat..
Karena jauh sebelum waktu merenggut kesempatan untuk bertemu dengannya,
kami telah berbagi banyak suka duka..
lewat kata-kata..
namun tanpa ekspresi nyata...

***

Awal perkenalan gw sm Debby ga begitu jelas.. Kami cuma sering papasan karena kelas kami sebelahan, terus kami nyapa dengan saling senyum.. Gw mulai kenal Debby lebih lanjut ketika kami sama-sama masuk kelompok suara alto di koor SMA.. Obrolan kami saat itu super random layaknya basa-basi pada umumnya.

"Gw mau masuk jurusan bahasa." Kalimat itulah yang Debby ucapin ke temennya. Kalimat sederhana yang mampu bikin gw nengok secara kilat dan langsung ngomong "Wah, sama dong! Gw jg mau masuk jurusan bahasa, Deb!" Seketika itu juga kami ber-high five ria dan langsung sharing tentang alasan + impian kami masing2 di jurusan bahasa.

Setelah bener2 masuk di jurusan bahasa, yang gw dan Debby lakuin adalah saling ngeyakinin bahwa jurusan bahasa memang jurusan yang tepat bagi kami dan kami ga perlu dengerin omongan  negatif orang lain tentang jurusan yang udah kami pilih. Begitulah seterusnya..

Hal yg bikin gw dan Debby deket selanjutnya adalah kebiasaan ini: selesai latihan koor, gw dan Debby jalan kaki bareng ke pangkalan angkot.. Di jalan, banyak bgt yg kami curhatin.. Mulai dari masalah di kelas (pas anak kelas bahasa belum pada akur2 bgt), masalah hati, dsb. Kalau angkot yg mau gw naikin belum dateng dan angkot yg mau Debby naikin masih ngetem, maka kami bakal jalan ke pasar bagian belakang buat beli es kelapa muda.. Itu tempat es kelapa muda kesukaan Debby, karena kata dia gulanya berasa asli ga kayak di tempat lain..

Waktu masuk kelas 11 semester 2, gw dan Debby sama-sama bertekad buat masuk 3 besar.. Gw semangat bgt saat itu, tapi entah kenapa di tengah "pertarungan" itu tiba2 Debby bilang dia ga mau ngejar buat 3 besar.. Bagi dia, peringkat ga penting.. Kasarnya, dia ga mau terikat sama peringkat gt deh.. Yg dia mau adalah ksh yg terbaik semampu dia sambil tetep nikmatin hidup sbg anak SMA..

Bagi gw, Debby itu adalah anak ter-positif yang pernah gw temuin.. Jarang bgt dia nilai sesuatu secara negatif, bahkan buat hal terburuk yg dia alami sekalipun. Pernah sih gw liat dia agak terpuruk dan ga ceria kayak biasanya, tapi itu ga lama.. Dia bisa cepet bangkit lagi, krn bagi dia Tuhan itu adalah pegangan yang utama..

Selain itu, Debby adalah orang yang bikin gw pengen buat blog.. Dia ajarin gw cara buat blog tsb dan langsung jadi orang pertama yg follow blog gw.. bs dibilang apa yg gw posting di blog itu ga mutu, krn blog tsb cuma jd luapan galau gw.. Tapi, Debby-yg saat itu jadi satu2nya orang yg tau gw punya blog-selalu aja kasih support biar gw ga berhenti nulis di blog..

Singkat cerita, gw dan Debby sering tuker2an karya buat minta kritik + saran.. Di masa2 puncak gw dan Debby produktif bikin karya, kita sok keren nyari nama pena.. Ceritanya persiapan buat nerbitin buku gt deh.. Akhirnya, gw ksh nama pena "Deer" (Debby Erli yg lincah kayak rusa) ke dia dan dia pun bantuin gw cari nama pena.. Sering bgt kami saling kasih liat hasil karya kami dan akhirnya mulai jd "kalong" bareng..

Debby sering bgt nyuruh gw buat cerpen, tapi gw selalu males dan akhirnya milih buat yg cepet jadi aja, yaitu puisi.. Pada akhirnya, gw berhasil jg sih buat cerpen.. Sayangnya, Debby ga sempet baca.. Dia meninggal tepat satu hari setelah cerpen itu selesai..

***

Debby meninggalnya mendadak :"(

Gw inget bgt satu minggu sebelum dia meninggal, gw sempet ajakin Debby ketemuan bareng Neris dan Frans jg.. Semua udah oke sm rencana tsb, meskipun tempat ketemunya belum jelas di mana.. Di hari H, tiba-tiba acara ketemuan itu batal krn berbagai hal. Tapi entah kenapa, gw pengen bgt ketemu Debby.. Krn gw tau dia abis dari ITC BSD, makanya gw tlp dia buat tetep ketemuan di Teraskota.. Jawaban Debby "Yahh Sil, gw baru di rumah nenek gw nih... Kayaknya ga bisa ketemuan dulu deh.." Dia ngomong begitu dengan nada suara yg bener2 bukan Debby bgt.. Pengen rasanya gw nanya "Lo kenapa sih, Deb? Tumben amat cara ngomong lo lemes sama kalem gitu.." Tapi, gw ga utarakan dan berasumsi klo dia lg capek..

Besoknya, Debby ajakin gw nonton home concert orkes di Sanur.. Walaupun kali itu rasanya berat bgt buat nolak ajakan dia, akhirnya gw putusin buat tetep nolak krn gw mau belajar buat kuis.. Setelah nolak ajakan Debby, gw bener2 ga tenang dan bolak-balik liat jam.. Gw kepikiran buat nyusul ke Sanur, tp rasa panik krn mau kuis mengurungkan niat gw.. Gw yg biasanya langsung hapus sms dari tmn2 pun kali itu mutusin buat nyimpen aja sms dari Debby..

Seminggu berlalu dan kira2 jam setengah 12 pagi Neris tlp sambil nangis2.. Saat itu gw bahkan belum bangun tidur krn abis begadang..
"Sil.... Debby, Sillll... Debbyyyyy....."
"Debby kenapa, Ner?"
"Debby udah ga ada, Sil.. Debby udah ga ada..."
"HAHH! Debby mana, Ner?" (pas lontarin pertanyaan ini, gw berharap Neris nyebut nama Debby yg lain.. Debby yg mungkin sempet gw kenal tp ga gw inget.. Pokoknya gw ngarep banget yg Neris maksud itu bukan Debby Erli...)
"Debby lo, Silll... Debby bahasaaaa...."
nyesss.. hati gw ancur total pas denger itu... degan msh ga percaya, gw cuma bs bilang "Ahh jgn bercanda lah, Ner.. Lo udah cek? Lo bener2 udah liat itu Debby?"
"Tadi temen gw yg satu kosan sama Debby cerita ke gw, Silll.. Tapi sekarang gw udah mau UAS.. Gw bs cek abis gw slesai ngerjain UAS..."
Gitu kata Neris... Dan gw ngerasa ga berdaya Deb saat itu... klo aja bisa, pengen rasanya gw langsung pesen travel dan pergi ke Jatinangor saat itu jg.. Tapi, yg bs gw lakuin saat itu cuma nelpon ke nmr lo, Deb.. berharap lo yg angkat......
"Hallooo... Debb... Debbb.... Ini Debby kan???"
"Iya..." (gw kayak denger suara lo yg jawab, Deb.. Saat itu gw berasa punya harapan... Gw rela diboongin Neris, yg penting lo msh ada...)
"Hallooo... Debbb... Debbbb... Ini beneran Debby kan???"
"Bukan, Silll.. Gw temennya Debby..." (lo mesti tau gmn rasanya dgr jawabn ini, Deb.. jawaban singkat yg dibarengin sama isak tangis ini bener2 bikin gw ga tau lg hrs ngomong apaaaa...)
"Jadii... Jadi...berita ttg Debby itu bener???"
"Iya, bener..."
 "...............lo udah hubungin orangtuanya??"
"Iya, udah.. Tolong kasih tau tmn2 SMA nya ya, Sil..."
".....................iya.........."

Tanpa nunggu lama, gw langsung online.. Deb...rasanya tgn gw kaku banget buat ngetik.. Gw ga tau jg gmn kalimat yg bnr buat kabarin berita ini di group bahasa.. Akhirnya yg ketulis: "Guys...... Debby meninggal....... (dst.).........." comment yg muncul bilang bercandaan gw ga lucu.. comment yg muncul ga percaya semua.... Dan gw pun berharap berita yg gw denger itu bohong, Deb! Gw rela kalo emang gw bakal dimarahin tmn2 krn nulis berita ngaco..gw rela, Deb..asalkan itu bisa buat lo ga pergi..

Deb.. sbg manusia, tentunya byk hal yg msh gw sesalin meskipun gw udah coba ikhlas.. gw nyesel kenapa gw ga sempet ketemu lo dulu, gw nyesel kenapa gw ga peka sm semua perubahan lo, gw nyesel knp ga nulis cerpen dari lama jd lo bs baca, dll.. gw nyesel, Deb..gw nyesellll...

Di minggu2 kehilangan itu, gw minta lo dateng di mimpi gw.. Tapi, lo lama bgt Deb datengnya.. Begitu gw denger beberapa temen udah mimpiin lo sementara gw belom, gw berasa agak hopeless.. Gw jd mulai mikir aneh2: jgn2 Debby ga dtg gara2 gw tidurnya kemaleman trs, jgn2 Debby tau gw lagi cape mau UAS makanya ga mau ganggu, dll.. aneh2 deh pokoknya.. gw ngarang2 alasan sendiri kenapa lo ga dtg2 jg di mimpi gw.. Sampe suatu malem, tiba2 lo dateng dalam mimpi gw dengan indahnya..

Di mimpi itu gw minta lo bangun pas gw liat lo udah terbaring kaku.. Dan lo bangun.. Gw sempet kaget bentar trs tau2 kita udah ada di depan sebuah mall.. kita banyak cerita2 di situ.. gw pegang tangan lo.. rasanya hangat, ga dingin kayak pas gw melayat.. dari situ gw yakin bgt Debby udah balik.. trs gw tanya kenapa lo pergi dan klo ga salah lo cuma jwb dgn senyum.. krn gw ngerasa lo ga mau gw tanyain hal itu, gw ganti pertanyaan "Lo udah tenang kan Deb di sana? Ga ada yg sakit lg kan di sana?" Dan ekspresi lo ketika jwb pertanyaan itu di mimpi gw bnr2 luar biasa tenang.. Lo ngeliat ke langit seakan semua beban lo keangkat dan lo senyum pas ngomong "Iya, Sil... Gw udah tenang... Gw sama sekali ga ngerasain sakit apa-apa lagi di sini..." trs kita jalan lg lewatin suatu jln yg bagus bgt kayak lg musim gugur gt.. tiba2 lo jalannya ngejauh dan gw panggil lo.. Krn gw panggil, lo nengok dan hampirin gw lg..lo peluk gw dari belakang.. yg bisa gw lakuin saat itu cuma nahan tgn lo biar lo ga pergi lagi, Deb.. Sampai akhirnya gw ngerasa ada yg aneh dan gw nengok.. pas gw nengok, lo udh prg Deb.. lo pergi lagi... trs gw jalan sendiri, nanya2 ke orang knp lo meninggal, meskipun akhirnya gw tetep ga dpt jwbn pasti..

Deb.. banyak yg kehilangan lo di sini.. gw pun super kehilangan lo soalnya ga ada yg manggil gw komodo lg nih :p tapi kita seneng klo ternyata lo udah bahagia di sana :D

Secara pribadi, gw ngerasa beruntung bgt Deb bisa kenal sama lo meskipun cuma sekitar 3 tahun..
Trs, gw ngerasa nama pena yg gw kasih buat lo bener2 lo bgt.. lo lincah + semangat kayak rusa kecil gitu.. nah trs kan lo suka kupu2.. kita sama2 tahu sayap kupu2 itu rapuh, Deb.. tapi dgn sayap serapuh itu, si rusa kecil tetep bisa terbang dengan anggunnya..terbang buat nyebarin semangat.. terbang buat bagi2 sukacita... bahkan, kini dia udah terbang ke surga-ke tempat yg lbh indah dan menjanjikan :3



Danke sehr, Debby Erli! ;)

Senin, 06 Mei 2013

Ayo kita rame-rame ikutan lomba menulis puisi atau prosa liris! Info lebih lanjut dapat dilihat di http://redaksi-metakata.blogspot.com/