Minggu, 31 Juli 2011

Merpati Putih Bersuara

kuucapkan sebuah pertanyaan
ia tak asing
sering kupikirkan
sering kuimpikan
kini ku lisankan
kudapati jawaban
jawaban senja menggantung
jawaban siang berembun
hei!
harusnya aku senang
minimal tersenyum
tapi kenapa
kenapa gelisah yang menyapa
jujurkah aku
bila ku merana lihat sedih itu
bila ku bahagia hanya dengan senyum itu

Sabtu, 30 Juli 2011

Inilah Prismatis

bahkan malam pun belum berbisik
manis masih terasa
dan pahit belum pergi
tapi engkau
telah mencuri kembali nikmatku
menorehkan hitam
di depanku
di belakangku
dan juga di dalamku
enyahkanlah senandung sukmamu
hingga aku bisa memintal manisku
hingga aku sanggup menyusun kepingan harapku
aku yakin pagi itu akan datang
pagi dan mentari
karena itu biarkan aku sendiri
biarkan aku bersama permata mataku
hari ini saja
sekali ini saja
karena aku berjanji
akan kutemui pagi itu esok hari
esoknya
atau esoknya lagi
tapi yang pasti itu semua akan kutemui
dan lihatlah aku nanti
saat aku berlari
lebih cepat darimu pergi

Teriakan Hati

sanggupkah aku mendusta

ketika hati ini yang bicara

sanggupkah aku berkisah

ketika ada rasa tanpa arah

sakit

sakit

sakit

benar-benar sakit

nyata bukan maya

ini pedih dalam derita

Jumat, 29 Juli 2011

Rasa cinta itu berharga banget, karena ga semua orang bisa merasakannya..kita yang pernah merasakannya, seharusnya merasa beruntung dan terus menghargai perasaan ini..

Sebagai bentuk penghargaan untuk rasa ini, aku buat puisi untuk beberapa orang yang pernah aku suka..aku ga bermaksud sok romantis, karena tujuan aku buat puisi itu hanya ingin mengungkapkan perasaan yang ada..banyak perasaan yang ga bisa terungkap atau sulit diucapkan kan? Maka itu, menulis puisi adalah salah satu sarana yang menurutku cukup oke buat jujur sama diri sendiri..

Puisi yang paling aku suka adalah puisiku saat kelas 10..waktu itu aku nulis di ruang e-learning, karena pelajaran yang dijelasin lagi ga asik..aku nulis puisi itu di secarik kertas dan selama beberapa lama kertas itu aku simpan di dalam tas dengan bentuk udah dilipat kecil..Aku pengen banget ngasih ke "dia" yang ada di kelasku juga..hehehe..tapi waktu itu kita baru deket dan belum ada status, jadinya yaaa aku simpan terus kertas itu..

Ternyata pas kita udah jadian pun, aku ga berani kasih ke dia..aku mau kasih tapi aku mancing dia dulu dengan minta dibuatin sebuah puisi..aku pikir kalau dia udah kasih, aku jadi bisa kasih puisi juga ke dia sebagai balasannya..Tapi ternyata, dia bilang ga bisa buat puisi..
Berhubung aku malu banget buat kasih duluan (takut disangka sok romantis atau gombal gitu), secarik kertas berharga itu pun tetap ada di tas sampai dia hilang sendiri..

Sampai sekarang sebenarnya aku masih panik ke mana kertas itu hilang..Semoga aja ga dibaca orang yang ga tepat.. :/

Pengen rasanya nulis puisi itu lagi di sini, tapi tiap kali aku nulis, hasilnya jadi beda dan aku kurang suka..Aku lebih suka puisi original itu..Kalau ga salah judulnya "Rumah Hati"..itu puisi buat cowok pertamaku yang kini udah bahagia sama orang lain .. :)

[sayangnya dia ga tahu kalau dia itu bener2 cowok pertamaku..karena yang dia tahu, aku udah pernah pacaran beberapa kali..padahal itu ga nyata.. :( ]
***

Ini puisi yang nasihatin aku saat di kelas 11 akhir dan kelas 12 awal ini aku lagi sakit hati parah..sama seperti puisi Mestinya Pulang-Eka Budianta, puisi ini aku tau saat musikalisasi puisi kelas 9 dulu..
puisi ini punya arti yang mendalam banget..dari sinilah aku semakin bisa mengerti betapa agung dan berharganya rasa cinta itu..



Cinta yang Agung-Kahlil Gibran


Cinta yang agung 
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’

Apabila cinta tidak berhasil…bebaskan dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu tidak perlu mati
bersamanya…

Orang terkuat bukan mereka yang selalu
menang..melainkan mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh







Aku sekarang tahu kalau aku lagi sedih, semua perasaanku harus aku tuangin lewat puisi..mau tuh puisi aku buat sendiri atau cuma baca karya orang, intinya aku butuh puisi untuk menyegarkan aku..sering banget lewat puisi-puisi itu, aku merasa keluh kesahku didengarkan, diriku yang labil ini dipahami dan aku pun dinasihati.. Bukannya sok kayak sastrawan atau apa, tapi ini memang caraku.. dan beginilah seharusnya: mengembalikan jiwaku yang sedang rapuh ke dunianya..dunia sastra..

di bawah ini ada salah satu puisi yang aku suka..aku tau puisi ini saat musikalisasi puisi kelas 9..dan sampai sekarang (udah mau lulus SMA) aku tetap suka dan semakin lama semakin suka!
ssstt...puisi ini yang nasihatin aku waktu lagi patah hati saat kelas 9 dulu..hahaha..lucu deh kalo diinget-inget..
karena tau puisi ini lewat musikalisasi puisi, dulu lagunya terus aku nyanyiin sampe-sampe adeku sempet marah-marah karena bosen dengernya..tapi ternyataaa..ga lama kemudian malah dia yang nyanyi-nyanyi.. XD
 
Mestinya Pulang - Eka Budianta
 
Mestinya aku mendengarkan Kamu
Mestinya aku mendengarkan kata hati
Sebab jauh dari mana-mana
Aku tak bisa melihat, tak bisa bicara
Duniaku bagai lahan kebanjiran
Batang-batang pohon tanpa bentuk
Dataran pasir dan lumpur luas
 
Mestinya aku mendengarkan Kamu
Supaya tidak tersesat supaya aman
Supaya hangat dalam pelukan
Dulu unggas selalu dekat denganku
Tapi kini mereka terbang mencarimu
Melaporkan kepalaku berdarah
Sekujur badanku
Kotor belepotan
Misalnya Engkau masih punya senyum
Kirimkanlah lewat hujan, lewat embun
Siapa tahu aku dapat mencuci tangan
Membersihkan badan dan luka-lukaku
Lalu pelan-pelan kembali padaMu
Lalu pelan-pelan menyusup lagi ke dalam rahimMu yang tentram
 
 

Relung Hati

Jawab aku
Walaupun sejuta jawabanmu tak cukup bagiku
Rangkaikan kalimat indah untukku
Walaupun untaiannya tak cukup menghiburku