Jumat, 29 Juli 2011

Aku sekarang tahu kalau aku lagi sedih, semua perasaanku harus aku tuangin lewat puisi..mau tuh puisi aku buat sendiri atau cuma baca karya orang, intinya aku butuh puisi untuk menyegarkan aku..sering banget lewat puisi-puisi itu, aku merasa keluh kesahku didengarkan, diriku yang labil ini dipahami dan aku pun dinasihati.. Bukannya sok kayak sastrawan atau apa, tapi ini memang caraku.. dan beginilah seharusnya: mengembalikan jiwaku yang sedang rapuh ke dunianya..dunia sastra..

di bawah ini ada salah satu puisi yang aku suka..aku tau puisi ini saat musikalisasi puisi kelas 9..dan sampai sekarang (udah mau lulus SMA) aku tetap suka dan semakin lama semakin suka!
ssstt...puisi ini yang nasihatin aku waktu lagi patah hati saat kelas 9 dulu..hahaha..lucu deh kalo diinget-inget..
karena tau puisi ini lewat musikalisasi puisi, dulu lagunya terus aku nyanyiin sampe-sampe adeku sempet marah-marah karena bosen dengernya..tapi ternyataaa..ga lama kemudian malah dia yang nyanyi-nyanyi.. XD
 
Mestinya Pulang - Eka Budianta
 
Mestinya aku mendengarkan Kamu
Mestinya aku mendengarkan kata hati
Sebab jauh dari mana-mana
Aku tak bisa melihat, tak bisa bicara
Duniaku bagai lahan kebanjiran
Batang-batang pohon tanpa bentuk
Dataran pasir dan lumpur luas
 
Mestinya aku mendengarkan Kamu
Supaya tidak tersesat supaya aman
Supaya hangat dalam pelukan
Dulu unggas selalu dekat denganku
Tapi kini mereka terbang mencarimu
Melaporkan kepalaku berdarah
Sekujur badanku
Kotor belepotan
Misalnya Engkau masih punya senyum
Kirimkanlah lewat hujan, lewat embun
Siapa tahu aku dapat mencuci tangan
Membersihkan badan dan luka-lukaku
Lalu pelan-pelan kembali padaMu
Lalu pelan-pelan menyusup lagi ke dalam rahimMu yang tentram
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar