Jumat, 30 Desember 2011

Satu Kata: Cebok

Biasanya kata atau istilah lah yang mampu menguak atau mengungkap makna
Tapi kini, kami yang menguak dan mengungkap makna kata atau istilah yang ada...



Istilahmu masih ambigu: membersihkan.
Tapi kenapa hanya daerah pantat yang memakai istilahmu?
Kenapa istilahmu tidak universal saja,
cebok papan tulis misalnya.
Istilahmu dianggap rendahan, kotor.
Padahal semua orang melibatkanmu secara intim dan pribadi dalam hidup mereka
Kenapa kau tak juga naik pangkat?
Tanpamu, jiwa raga kami berontak.
Tahu kenapa?
Tentu saja karena ada yang tidak enak di belakang dan di bawah sana-tak bersih.
Wahai istilah cebok, kami (-red: kelas bahasa) menghargaimu.
Dalam setiap kesempatan, di berbagai acara dan pelajaran,
tak lupa kami libatkan engkau.
Tak perlu ragu, tak perlu resah,
eksistensimu kan tetap terjaga....
........selama manusia masih keluarkan sisa...





Puisi ini (kalau bisa disebut puisi sih) adalah hasil sebuah tantangan dari temen sekelas gw, karena begitu seringnya kami (anak-anak kelas bahasa) menyebut istilah yg satu ini dan bs mengaitkannya dgn berbagai hal.. Ga percaya? Tanya aja Pak Victor :p (kalo dia inget sih)

So, gw buktiin deh kalo gw bener2 bikin sesuai permintaan..hehehe.. ;)

2 komentar:

  1. HAHAHA SESIIIL!!! MANTEB!!
    HIDUP CEBOK!!! *gila*

    BalasHapus
  2. gw baru ol lg nih jd baru baca :p
    hahahaha, gw malu sndr abs slesai buat :p

    BalasHapus