(Untuk tugas Sastra Indonesia. Aliran sastra: simbolisme)
Sekali waktu putih ingin bersua dengan merah
Ingin meraih merah.
Tapi merah terbang jauh ke sana
Melewati perpaduan warna pagi dari sisi ini;
Biru.
Kuning.
Hijau.
Cokelat.
Dan Putih.
Gerbang dan jendela hijau membingkai kuat-menahan.
Pintu tiada terbuka,
udara pun tiadalah berizin masuk.
Merah mendapat sebaliknya,
ia dalam rasa dinginnya di sana.
Putih tak pedulikan kenyataan,
sekalipun putih mampu bernoda oleh merahnya.
Selayaknya biru tua dan biru muda,
yang menyatu dalam langit dan awan,
Selayaknya hijau dan cokelat,
yang saling memenuhi bentuk pepohonan
Maka inginlah jua putih bersama merah-berdampingan.
Berdampingan seperti sedia kala,
sebelum kuning menyatukan diri dengan merah.
Membuat warna merah semakin tampak,
dan putih menjadi redup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar