Sabtu, 17 September 2011

Kini

Hahahaha...
Sayapku mulai tumbuh.
Tubuhku mulai berubah menyeramkan.
Jangan harap bisa sentuh rambut lembutku lagi.
Semuanya telah hilang. HILANG!
sebagai gantinya, aku diberi dua benda runcing ini.
Satu di sisi kiri, satu di sisi kanan.
Hahahaha...
Tidakkah kau dengar tawa bengisku?
Apa katamu? Aku berubah?
Aku sebenarnya tak tahu, tapi mungkin saja itu benar.
Banyak iblis yang mengubah keadaan jadi lebih buruk.
Tapi aku tipe iblis yang lain.
Akulah iblis yang dibentuk oleh keadaan.
Ya, aku iblis.
Iblis!!!
Sampai semua pun enggan mendekatiku.
Semua enggan menyayangiku!
Kenapa?!
Karena aku tak punya hati lagi!Mereka, kamu, kamu, atau kamu berkata seperti itu.
Ya, aku tak punya hati.
Aku iblis dan mungkin selamanya iblis!
dia tak mungkin sayang pada iblis, kan?!
Itulah sebabnya ia menyerangku dan berlari menjauhiku...

Jawaban Dari Hati

dari aku-kamu menjadi gw-lw
harusnya bukanlah persoalan.
kupastikan pada diri sendiri,
"kecewakah kamu?"
mulut menjawab,
"tidak. semua ini tidak apa-apa."
tapi tangan menutup mulut.
"jangan percaya, mulut hanya berbohong."
lalu kaki menghentak kasar kasur dan mendorong selimut.
"apa sih yang terjadi?"tanyaku pada kaki.
kaki tak bereaksi, tapi mata mulai menjawab.
jawabannya turun perlahan. basah.
kuping mendengar dan hanya memerah
"tanya pada hati saja,"sarannya.
lalu aku berusaha bersua dengan hati.
"apa yang terjadi sih? aku tak apa-apa, kan?"tanyaku tak sabar.
hati hanya terdiam.
"aku tak mengerti maksudmu! jangan hanya diam!"
hati bereaksi atas teriakanku.
dikirimnya rasa nyeri yang melanda hingga kini.
tangan memegang hati.
"tenang, kawan..."
tapi hati justru semakin meremas.
"maaf..."ujar tangan padaku.
"seperti yang kamu tahu, hati tidak bisa bicara. Jadi, inilah jawaban darinya,"ujar tangan lagi.
seketika mulut menjadi bisu dan kaki bergeming.
hanya mata-lah yang ikut bereaksi bersama hati...
mereka sama-sama tahu bahwa kebahagiaan telah berakhir...

Kamis, 15 September 2011

Demi Cinta-Kerispatih

ini lagu galau yg dinyanyiin beberapa temen di bus 1 pas pulang live in..
alhasil gw bangun n ga bisa tidur lg..

Maaf, ku telah menyakitimu
Ku telah kecewakanmu
Bahkan ku sia-siakan hidupku,
Dan kubawa kau seperti diriku


Walau hati ini t'rus menangis
Menahan kesakitan ini
Tapi ku lakukan semua demi cinta
Akhirnya juga harus ku relakan kehilangan cinta sejatiku
Segalanya t'lah ku berikan
Juga semua kekuranganku


Jika memang ini yang terbaik
Untuk diriku dan dirinya
Kan ku t'rima semua demi cinta


Jujur, aku tak kuasa,
Saat terakhir ku genggam tanganmu
Namun yang pasti terjadi,
Kita mungkin tak bersama lagi
Bila nanti esok hari
Ku temukan dirimu bahagia
Ijinkan aku titipkan kisah cinta kita selamanya

Kamis, 08 September 2011

Aku berharap dibutakan dari kalian
ditulikan dari kabar bahagia kalian
dibisukan dalam menyuarakan rasaku
dilumpuhkan dari egoku
dan dikebalkan dari penyerahanku dulu.

Bingkai Kenyataan

terlalu nikmat tidur di kasur mimpi berselimutkan janji-janji
jangan langsung bangunkan aku!
Aku tak pernah disiapkan untuk itu.
Aku juga tak mau dipindahkan ke kasur keras ini!
Aku dan egoku ingin melawan,
tapi Tuhan melarang.
BisikNya,
"Lakukan hal kepada orang lain apa yang kamu mau orang lakukan kepadamu"
Aku tak mau dibenci,
maka aku tak membenci.
Aku tak mau dilarang,
maka aku tak melarang.
Aku tak mau dikhianati,
maka aku tak mengkhianati.
Aku tak mau disakiti,
maka aku tak menyakiti.
Aku hanya mau dicintai,
maka aku mencintai.
Mencintai abu hasil bakaranmu.
Akankah kau tahu?

Senin, 05 September 2011

Serpong, 5 September 2011

Ytc. Oco
di surga


Oco...aku kangen banget sama oco...sekarang sedih banget rasanya, karena aku cuma bisa liat foto oco..
Oco, aku mau cerita..waktu itu sempet adalah personal growth yang temanya keluarga..aku seneng banget karena waktu itu aku bisa sebut kalau aku masih punya nenek buyut..aku ngerasa keluargaku masih lengkap banget dan aku bersyukur bisa tahu dan kenal oco..
Sayangnya di pertemuan personal growth berikutnya, aku udah ga bisa sebut hal yang sama lagi karena oco udah ga ada..

Ocoku tersayang, sekarang oco lagi apa di sana? Oco bahagia kan? Oco pasti bahagia di sana..aku yakin itu..karena setahuku di sana semuanya bener-bener indah dan damai..Oco, aku titip salam buat Tuhan Yesus yaa.. tolong bilang makasih juga buat semua kasihNya ke aku.. :)

Oco, sekarang aku udah kelas 3 SMA..aku inget banget ini pertanyaan yang sering oco tanya ke aku..makasih ya oco udah temenin aku sampe umurku 17 tahun kurang 15 hari..aku sempet sedih waktu nerima kenyataan bahwa oco meninggal di bulan November, bulan ulang tahunku..sekarang bulan itu bener-bener berat banget buat aku, oco..walapun aku ulang tahun di bulan itu, tapi semua rasa sakitku kumpul jadi satu di bulan itu..

Oia oco, maaf ya waktu itu aku ga bisa nganter oco ke peristirahatan terkahir oco..aku ga liat saat oco di kremasi dan abu oco di buang ke laut..maaf banget...waktu itu aku terpaksa ga ikut karena mesti persiapan buat Scientific Competition..bahasa Inggrisku ga bagus, jadi aku mesti latihan dan persiapin diri bener-bener waktu itu..hmm..tapi untungnya aku masih sempet liat oco sebelum peti putih itu ditutup..
maaf ya oco waktu itu aku datangnya telat..sebelumnya aku ada acara kelas ke Taman Ismail Marzuki..aku sampe sempet berantem sama mami karena aku disuruh ikut pulang sama yang lain ke BSD..padahal aku pengen banget langsung ke rumah duka di Husada.. :(
Awalnya mami bilang ga ada yang bisa jemput aku di TIM karena semuanya lagi di Husada. Aku sampe sedikit nangis di telpon saking sedih dan kecewanya, padahal waktu itu lagi pertunjukkan drama Anak Sanggar Akar-nya..huaaaa jadi malu.. :/
Tapi, ternyata Tuhan kasih jalan loh, oco.. :) Walaupun mesti nunggu sendirian di TIM yang sepi, aku akhirnya bisa dijemput juga sama papi :)

Oco liat aku datang kan? Soalnya aku ngerasa masih ada oco di ruangan itu..
lemes rasanya liat oco di peti itu, tapi aku tetap bersyukur karena aku tahu oco udah tenang di sana bareng Tuhan Yesus..

Oco, aku minta maaf udah lama ga doain oco..aku lagi ada masalah, oco..aku jadi lebih sering doa buat hal itu..aku tahu aku egois, makanya mulai sekarang aku janji akan berusaha rutin kirim doa ke oco..oco harus terus bahagia ya di sana :) jangan ada yang dipikirin lagi..aku usahain akan bahagiain oma, anak oco..

Oco, aku bener-bener sangat minta maaf buat hal yang berikut ini.. Aku sering ga hargain oco.. Kalau oco nanya pertanyaan yang diulang-ulang, aku suka ga jawab..kalau oco mau makan, aku suka males nganterin makanan ke oco..kalau oco mau ke toilet, aku suka males nemenin karena ada mba..padahal aku sendiri tahu perlakuan mba ke oco ga baik.. :(
Bahkan oco sampe pernah jatuh karena mau ke toilet tanpa ngerepotin kita semua..

Ahhhhh oco...padahal waktu itu cukup lama juga oco nginep di sini..kenapa aku ga pake waktu itu buat berbakti ke oco......
Pas oco pindah nginep di Jakarta, aku baru ngerasa nyesel banget sama semua kecuekan aku ke oco..padahal oco selalu kasih senyum yang tulus setiap kali aku atau cicit-cicit oco yang lain lewat..aku tahu oco seneng banget bisa punya kesempatan liat kita tumbuh..tapi, waktu itu aku ga terlalu peduli... :(

Oco..aku pikir oco akan nginep lagi di sini..aku udah bertekad mau bener-bener nebus kesalahan aku..tapi ternyata oco udah dipanggil Tuhan sebelum sempat balik ke sini..Aku kaget banget waktu dengar oco meninggal..waktu itu aku masih di sekolah dan dapat SMS dari mami..aku lemes banget, oco..aku bener-bener ga nyangka firasatku akan jadi nyata..

Oco, maafin aku..sekali lagi maafin aku..aku ga bisa nebus kesalahan aku dan aku tersiksa banget sama kenyataan itu..sekarang, aku cuma bisa kirim doa ke oco..Semoga oco selalu bahagia dan tenang ya di sana..

Amin..


Cicit yang sangat menyayangimu,


          Sesil

Jumat, 02 September 2011

Lentera HatiMu

(ini puisi pas SMP buat ikutan lomba di majalah ibu2..sok yaa..ckck)

Kau izinkan aku tetap membuka mataku,
juga mata hatiku.
Memberikan kesempatan padaku untuk merasakan duka,
sampai tiba saatnya ku mengerti tentang hal yang berharga
Tiap detik nafas hidupku adalah karunia dariMu
Mempersiapkan diriku untuk layak,
walaupun hanya berada di bawah kakiMu
Kau ulurkan tanganMu dan beri sentuhan kasihMu
Bagai bentangan sayap penerpa kalbu,
memberikan pijakan tuk tetap berdiri kokoh,
menjulang tinggi meraih harapan
Merambat dari tiap-tiap sudut rohani,
menghadirkan kembali ketenangan hati
Hembusan angin bagai nurani,
menyingkap keraguan silih berganti
Gesekan daun dan riakan ombak seakan berbisik,
menyadari dan memuliakan keagunganMu
Kau menuntun jalan hidupku menuju tempat yang baru
Melepas dan membiarkanku tuk bebas berlari
mencari arah dari sebuah simfoni nan indah,
pengiring tiap langkah-langkahku
Kini, ku telah temukan itu
ia menyuruhku tuk kembali datang kepadaMu
Di kala langit senja kutatap mataMu
ada ungkapan rindu terpancar dari lentera hatiMu
Terbiaskan ke dalam relung hatiku,
ajakku menyapaMu dan berikan cinta menuju hadiratMu