(ini puisi pas SMP buat ikutan lomba di majalah ibu2..sok yaa..ckck)
Kau izinkan aku tetap membuka mataku,
juga mata hatiku.
Memberikan kesempatan padaku untuk merasakan duka,
sampai tiba saatnya ku mengerti tentang hal yang berharga
Tiap detik nafas hidupku adalah karunia dariMu
Mempersiapkan diriku untuk layak,
walaupun hanya berada di bawah kakiMu
Kau ulurkan tanganMu dan beri sentuhan kasihMu
Bagai bentangan sayap penerpa kalbu,
memberikan pijakan tuk tetap berdiri kokoh,
menjulang tinggi meraih harapan
Merambat dari tiap-tiap sudut rohani,
menghadirkan kembali ketenangan hati
Hembusan angin bagai nurani,
menyingkap keraguan silih berganti
Gesekan daun dan riakan ombak seakan berbisik,
menyadari dan memuliakan keagunganMu
Kau menuntun jalan hidupku menuju tempat yang baru
Melepas dan membiarkanku tuk bebas berlari
mencari arah dari sebuah simfoni nan indah,
pengiring tiap langkah-langkahku
Kini, ku telah temukan itu
ia menyuruhku tuk kembali datang kepadaMu
Di kala langit senja kutatap mataMu
ada ungkapan rindu terpancar dari lentera hatiMu
Terbiaskan ke dalam relung hatiku,
ajakku menyapaMu dan berikan cinta menuju hadiratMu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar