Sabtu, 17 September 2011

Jawaban Dari Hati

dari aku-kamu menjadi gw-lw
harusnya bukanlah persoalan.
kupastikan pada diri sendiri,
"kecewakah kamu?"
mulut menjawab,
"tidak. semua ini tidak apa-apa."
tapi tangan menutup mulut.
"jangan percaya, mulut hanya berbohong."
lalu kaki menghentak kasar kasur dan mendorong selimut.
"apa sih yang terjadi?"tanyaku pada kaki.
kaki tak bereaksi, tapi mata mulai menjawab.
jawabannya turun perlahan. basah.
kuping mendengar dan hanya memerah
"tanya pada hati saja,"sarannya.
lalu aku berusaha bersua dengan hati.
"apa yang terjadi sih? aku tak apa-apa, kan?"tanyaku tak sabar.
hati hanya terdiam.
"aku tak mengerti maksudmu! jangan hanya diam!"
hati bereaksi atas teriakanku.
dikirimnya rasa nyeri yang melanda hingga kini.
tangan memegang hati.
"tenang, kawan..."
tapi hati justru semakin meremas.
"maaf..."ujar tangan padaku.
"seperti yang kamu tahu, hati tidak bisa bicara. Jadi, inilah jawaban darinya,"ujar tangan lagi.
seketika mulut menjadi bisu dan kaki bergeming.
hanya mata-lah yang ikut bereaksi bersama hati...
mereka sama-sama tahu bahwa kebahagiaan telah berakhir...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar