Hujan..
Maukah kau bawa diriku mengalir bersama air jatuhanmu?
Maukah kau ajari aku makna dari setiap desahan jiwamu?
Hujan oh hujan..
Bawalah sahabat-sahabatku menuju kebahagiaan
Jangan jatuhi mereka dengan segenap perasaan cinta yang palsu,
cinta yang sakit.
Tolong jangan.
Karena aku disini tak bisa menggapai mereka
Tak bisa menyeberangi kabut ilusi jarak yang pilu
Hujan..
Sejak dulu raganya dan ragaku memang terpisah
Tetapi waktu menanamkan hati ini padanya
Membuatnya menyatu.
Aku bertanya-tanya saat ia pergi
Aku merasa kehilangan segalanya
Hujan tolong banjiri aku dengan basahmu!
Buat aku sadar betapa kotornya diriku
Buat aku semakin sadar betapa bodohnya aku tetap menunggu
Menunggu senyumnya sambil berlapang dada untuk disakiti lagi
Jiwa dan ragaku bodoh telah saling mencabik
Membuat perih penglihatan
Membuat perih hati
Hujan bawalah sahabat-sahabatku keluar dari belenggu kelabu
bawa mereka terbang ke inti sejuk kalbumu
Aku tak ingin mereka disakiti
Hujan..
Naungi mereka dengan pelangi kasih abadi
Sampai suatu saat nanti seseorang mengatakan pada mereka
"Kaulah tulang rusukku yang hilang dan telah lama kucari"
Bantu aku, hujan..
Lingkupi aku terus dalam dirimu yang basah
samarkan air mata penantian yang terus terjaga ini
suatu saat kuingin lihat sahabat-sahabatku bahagia,
meskipun aku masih dalam penantian janji waktu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar