Sabtu, 01 Maret 2014

Fakultas

....dan di fakultas inilah gw sedang berada: psikologi. 


Ga ada orang yang nyuruh gw masuk fakultas ini. Semua murni gw yang mau, meskipun gw jg pengen masuk jurusan lain, seperti sastra dan jurnalistik. Tapi, karena gw sering liat psikolog yang keliatan punya kerjaan asik, maka keinginan gw masuk psikologi pun lbh besar daripada keinginan masuk jurusan lain. Yg gw bayangin saat itu adalah gw akan nyaman belajar di fakultas ini. Tapi, gw salah.. Gw sama sekali ga nyaman ada di fakultas ini.. Gw ga bilang gw ga suka pelajarannya.. Gw cuma blg gw ga nyaman.. Karena di fakultas ini gw ngerasa ketidakmampuan gw buat baca cepet dipaksa untuk bisa berubah dlm sekejap. Gw capek, gw tertekan, gw males! Gw suka baca, tp bukan non fiksi. Klo lo emang suruh gw baca non fiksi, KASIH GW WAKTU! Jangan kejer2 gw dgn berbagai deadline tugas yg amit2 banyaknya.......karena.....gw butuh waktu lama buat baca segala jurnal dan buku yg mesti ada di dafpus setiap makalah ituuuu..

Gw ga kuat. Tiap liat tmn lain yg ada di jurusan sastra atau jurnalistik, ada rasa iri yg menyelinap. Rasanya pengen deh bikin suatu tugas yg emang dari hati dan sesuai passion... Pengen banget... Gw suka bs masuk psikologi, tapi gw ga nyaman.... What should I do.... Gw udah ga mungkin stop kuliah, karena gw udah semester 4 dan gw udah abisin puluhan juta uang nyokap buat bs kuliah sampe semester ini.. Gw ga mungkin ulang kuliah dari awal......AAAAAAAA

Senin, 12 Agustus 2013

Gw pernah iseng-iseng ikut sebuah lomba dengan tema "Liburan Di Negeri Antah Berantah" (genre fantasi-fiction). Tanpa gw duga, ternyata cerpen gw kepilih jadi juara 2 (Puji Tuhan!) dan cerpen gw bisa ikut diterbitin bareng cerpen2 lain yg juga ikut dalam lomba tsb. Pengalaman ini super luar biasa buat gw yg udah sejak lama pengen punya karya yg bs diterbitin.. Tapi, gw sadar tulisan gw blm baik.. So, gw terbuka buat kritik & saran dari kalian.. Berikut ini gw post cerpen gw..

Fyi: dalam urusan menulis, ada satu sahabat yang selalu memotivasi gw, yaitu Debby Erli (Deer). Tulisan ini adalah salah satu persembahan gw untuk Debby yang kini telah berada di surga.

*** 


Kunci Perak Raja Alo

            Benda ini mulus tanpa segores lecet pun ada pada dirinya. Kuraba dan kurasakan benar-benar tekstur benda yang sebenarnya tak boleh kusentuh ini. Kuamati juga setiap detail sisinya hingga aku mendapati sebuah lambang. Lambang ini berbentuk lingkaran dengan tulisan zabalo di dalamnya.
            “Lexa! Letakkan kunci perak itu!”
Aku menoleh ke sumber suara dan kudapati sosok ayah dan ibu telah berdiri di dekatku. Sejurus kemudian, tangan ayah segera bergerak untuk merebut kunci perak itu dari tanganku. Tapi, aku telah mempelajari kebiasaan ayah ini sejak kecil. Ketika ia melihatku memegang kunci perak ini, ia pasti segera ingin merebutnya. Maka, kali ini aku segera menggenggam erat kunci perak ini dan dengan cekatan menyembunyikannya di kantung belakang celanaku.
“Lexa... Ayo segera berikan kuncinya ke ayah...”kali ini ibu yang bersuara.
“Tapi kenapaaaa??? Kunci ini hanya kunci perak kecil! Kenapa  aku nggak boleh memegangnya? Seolah-olah kunci perak kecil ini bisa membahayakanku aja!”ucapku lantang.
“Ya, kunci itu bisa membahayakanmu...”ucap ayah dengan nada suara rendah.
“Ayah harap kamu segera mengembalikan kunci perak itu ke tempatnya semula, karena di situlah ia harus berada,”lanjut ayah lagi sambil melangkah pergi dari hadapanku.
Banyak pertanyaan berkecamuk di pikiranku tentang kunci perak ini. Namun, tepukan ringan tangan ibu di pundakku seakan melarangku untuk berpikir lebih jauh lagi dan memaksaku untuk menuruti saja apa kata mereka.
Aku melangkah malas-malasan ke ruang baca setelah ibu menghampiri ayah yang sekarang sedang menonton televisi. Ruang baca ini tertutup, sehingga aku bisa menenangkan diri sementara dari keanehan sikap orangtuaku terhadap kunci perak ini.
Ratusan buku koleksi ayah, ibu, dan tentunya juga sedikit koleksi buku milikku memenuhi ruang baca ini. Selama ini aku hanya membaca buku-buku novel remaja milikku di bagian rak bertuliskan nama “Alexandra”. Tapi, entah mengapa kali ini kakiku menuntunku bergerak ke rak-rak lain milik ayah dan ibu. Aku menatap ke buku-buku tebal di rak paling atas. Sebuah buku menumbuhkan rasa ingin tahuku karena warnanya yang  cukup menusuk mata. Aku berusaha keras mengambil buku itu yang ternyata adalah sebuah album foto lama milik ayah dan ibu. Ukiran nama ayah dan ibuku yang mulai terlihat ketika aku menarik buku itu membuatku semakin penasaran tentang masa lalu mereka. Sambil berjinjit karena tingginya rak buku tersebut, aku menarik keluar album foto di rak tertinggi itu dengan tidak sabar. Akibatnya, sebuah buku lain ikut terjatuh juga dari rak tersebut dan menimpa kakiku.
 “Awww! Sakit banget! Buku apa sih itu?”tanyaku dalam hati.
Buku yang baru saja jatuh itu tiba-tiba begitu memikatku karena berbagai ukiran di sampul buku tersebut. Warna buku itu hitam dengan sepotong lambang kecil berwarna perak. Ya, perak. Lambangnya berbentuk bulat dengan satu tulisan kecil di dalamnya: zabalo.
Aku merogoh kantung belakang celanaku dan menemukan kunci perak yang kucari. Ternyata, aku memang lupa mengembalikannya ke tempat semula seperti yang diminta ayah dan ibu. Tanpa menunggu lama lagi, aku segera menempelkan kunci perak ini ke buku berwarna hitam itu untuk memastikan lambang yang aku lihat memang benar-benar sama. Dan...dugaanku memang tidak salah: lambang berbentuk lingkaran yang ada di kunci perak ini memang sama dengan yang ada di buku hitam itu.
Jantungku berdegup begitu kencang sesaat setelah menempelkan kunci perak ini ke buku hitam yang kuletakkan di lantai itu. Lambang yang sama itu hanyalah sebagian kecil penyebab kegugupanku ini. Tapi, yang lebih parah adalah objek yang baru saja aku lihat: lambang yang aku katakan berbentuk lingkaran itu baru saja bergerak seolah-olah adalah ular yang baru saja bangun dari tidur panjangnya. Kini, lambangnya bukan lagi bulat, melainkan berbentuk oval dengan lingkaran hitam di bagian tengahnya. Bentuk oval tersebut benar-benar seperti  sebuah bola mata yang sedang  menatap ke arahku. Sedangkan lingkaran hitam di tengah lambang berbentuk oval tersebut ternyata adalah sebuah lubang kunci yang ukurannya sangat pas dengan kunci perak yang sedang aku pegang saat ini.
Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan dan keberanian apa yang sedang merasuk ke dalam tubuhku, sehingga aku dengan mudahnya memasukkan kunci perak ini ke dalam lubang kunci terebut dan memutar kuncinya.
            BLAM! Semuanya gelap seketika dan aku tidak ingat apa yang terjadi lagi.
***
            “Hei, apa yang kamu lakukan di situ?! Pengawal Raja Alo sedang melakukan pencarian terhadap barang raja yang hilang. Jika kamu masih di tengah jalan seperti itu dengan tampang ketakutan, maka kamu akan dicurigai sebagai pencuri dan akan segera dibunuhnya! Cepat, sini masuk ke rumahku!”
            Dengan kaki lemas dan pikiran yang tidak mengerti apapun, aku pun mengikuti saja perintah si pemilik suara itu.
            “Siapa namamu?”tanya si pemilik suara.
            “Lexa. Dan namamu siapa?”tanyaku dengan suara yang serak.
            “Aku Laras. Ngomong-ngomong, aku belum pernah melihatmu di sekitar sini. Sedang apa kamu di Negeri Tak Berujung ini?”tanyanya sambil meyuguhkan segelas air putih padaku.
            “Terima kasih,”kataku setelah meneguk air itu sampai habis.
            “Aku tidak tahu bagaimana aku bisa di sini. Yang aku ingat, aku memasukkan kunci ke dalam lubang kunci yang terdapat di sebuah buku milik ayahku. Tadi kamu bilang ini adalah Negeri Tak Berujung kan? Apa maksudnya?”tanyaku bingung.
            “Maksudmu kunci perak dengan lambang berbentuk lingkaran dengan tulisan zabalo di dalamnya?! Wah! Kamu benar-benar harus cepat pergi dari negeri ini atau kamu dan aku akan mati!”serunya.
            “I... Iya... Itu kunci yang aku maksud. Bagaimana kamu bisa tahu?”tanyaku terbata-bata.
“Oke, akan aku beritahukan padamu tentang negeri ini. Pada awalnya, negeri kami ini sama dengan negeri-negeri lainnya. Kami punya penguasa yang baik dan tanah kami pun subur. Hanya saja, ada dua keunikan di negeri ini, yaitu para penduduknya yang tidak bisa menjadi tua dan kenyataan bahwa orang-orang yang telah masuk ke negeri ini tidak akan bisa keluar lagi. Oleh karena itu, negeri ini dinamakan Negeri Tak Berujung. Suatu hari, muncul seorang wanita cantik bernama Sandra. Ia datang begitu tiba-tiba dengan kereta perak dan Raja Alo melihatnya. Raja Alo begitu jatuh cinta pada wanita itu dan berniat menikahinya. Tapi, wanita itu kemudian dibawa pergi oleh seorang pria bernama Alex yang berhasil masuk ke negeri ini dengan kereta perak yang terakhir. Alex mencari jalan untuk bisa keluar dari negeri ini bersama dengan Sandra yang ternyata adalah istrinya. Setelah tahu bahwa kunci perak adalah satu-satunya jalan, Alex pun mencuri kunci itu dari Raja Alo dan membawa Sandra pergi dari sini. Akibatnya, Raja Alo menjadi sangat murka dan menyuruh pengawalnya untuk mencari kunci perak itu lagi. Kau tahu kenapa? Karena, itu adalah satu-satunya jalan untuk bisa keluar-masuk negeri ini. Cepat Lexa, cepat selamatkan dirimu sebelum kunci perak itu diambil Raja Alo! Yang perlu kau lakukan sekarang adalah lari sekencang-kencangnya ke arah barat! Jika kau melihat matahari mulai terbenam, cepat keluarkan kunci perak itu dan perlihatkan ke arah matahari. Matahari itu akan berubah menjadi oval yang berbentuk seperti mata. Kemudian, kau hanya perlu memasukkan kunci perak itu ke dalam lubang kuncinya yang terdapat di tengah-tengah lambang oval tersebut. CEPAT! Segera ke arah barat sebelum hari gelap dan sebelum para pengawal Raja Alo menangkapmu!”ungkap Laras.
Kepanikan jelas tergambar di wajah Laras. Dan aku... Aku hanya bisa memeluknya sebagai ucapan terima kasih tanpa mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Aku berlari sekuat tenaga menuju ke arah barat. Setelah sampai, aku lakukan apa yang Laras katakan tadi, dan... BLAM! Semuanya gelap seketika dan aku tidak ingat apa yang terjadi lagi. 
 

Sabtu, 03 Agustus 2013

You Can Count On Me (?)

Ini adalah kisah gw sama satu sahabat cowok gw.. Selama gw kenal dia, dia ga pernah bergantung sama gw.. Sebaliknya, justru gw terus yang bergantung sama dia, mulai dari masalah kecil sampe ke masalah besar.. Buat gw, sahabat gw ini special banget! Dengan cerita ke dia, beban2 gw bisa langsung keangkat begitu aja.. Kalimat-kalimat nasihat yang dia kasih ke gw juga selalu simple, tapi daleeeem banget.....

Sahabat gw ini punya masalah dalam hal percintaan.. Kurang lebih dia udah 4x dikhianatin sahabat2nya sendiri, karena cewek yg dia suka direbut sama sahabat2nya.. Seringkali gw berusaha ada buat sahabat gw ini, tapi dia ga pernah mau kelihatan lemah di depan gw.. Dia selalu bertingkah seakan semuanya baik2 aja dan dia bisa move on segera.. Beberapa kali dia sempet kasih liat ketidakberdayaan dia ke gw, tapi selalu aja ada yang dia tutupin.. Jadi, gw ga bs nanya lebih lanjut lagi setiap kali dia ga mau cerita detail..

Suatu hari, setelah bertahun2 kami sahabatan, dia kirim BBM yg kurang lebih isinya bilang "Kali ini gw bener2 harus cerita ke lo, Sil.. Gw udah ga tahan.." Pas gw sama dia udah ketemuan, dia ga cerita! :" Akhirnya kita cuma nonton aja.. Nah, sampe suatu subuh dia BBM "Gw kira klo kita udah jatuh berkali-kali, kita ga akan ngerasa sakit lagi pas dapet luka...(dst.)" Gw tau bgt BBM itu adalah puncak2nya sahabat gw ini ga tahan sama masalah dia.. Jadi, gw sama dia janjian buat ketemu keesokan harinya.. Sayangnya, karena gw abis begadang dan masih ngantuk, gw sempet cuekin dia pas dia contact gw pagi2.. Dia bahkan sempet telepon berkali2, sempet BBM, sama sempet SMS jg.. Memang sih gw sempet kebangun dan liat, tapi gw ga bales :'( JAHAT BANGET KAN GW! Gw jd kesel bgt sama diri gw saat itu karena ga ada di saat sahabat gw butuh gw...

Singkat cerita, dia udah cerita ke gw semua masalah dia.. Oke, gw memang ga bisa ngerasain apa yg dia rasain seutuhnya.. Tapi yg gw pahami saat itu, sahabat gw ini lagi hancur sehancur hancurnya, sakit sesakit sakitnya....... Pengen rasanya gw rangkul atau gw peluk dia sambil bilang "Gpp, keluarin aja semuanya.. Lo boleh nangis klo lo mau nangis.." DODOLNYA, gw malah diem aja di sebelah dia dan malah gw yg udah mau nangis -.- Gw sayang bgt sama sahabat gw ini...Tapi, gw malah ga bs jd sosok yg kuat atau bs dia andalkan pas dia butuh gw..hiks! Gw jd bertanya2, masih berlaku-kah kalimat "You can count on me" yg gw ucapin ke dia dulu? :(


Kamis, 11 Juli 2013

Si Rusa Kecil

Bukan karena ia telah pergi, maka kusebut ia sahabat..
Karena jauh sebelum waktu merenggut kesempatan untuk bertemu dengannya,
kami telah berbagi banyak suka duka..
lewat kata-kata..
namun tanpa ekspresi nyata...

***

Awal perkenalan gw sm Debby ga begitu jelas.. Kami cuma sering papasan karena kelas kami sebelahan, terus kami nyapa dengan saling senyum.. Gw mulai kenal Debby lebih lanjut ketika kami sama-sama masuk kelompok suara alto di koor SMA.. Obrolan kami saat itu super random layaknya basa-basi pada umumnya.

"Gw mau masuk jurusan bahasa." Kalimat itulah yang Debby ucapin ke temennya. Kalimat sederhana yang mampu bikin gw nengok secara kilat dan langsung ngomong "Wah, sama dong! Gw jg mau masuk jurusan bahasa, Deb!" Seketika itu juga kami ber-high five ria dan langsung sharing tentang alasan + impian kami masing2 di jurusan bahasa.

Setelah bener2 masuk di jurusan bahasa, yang gw dan Debby lakuin adalah saling ngeyakinin bahwa jurusan bahasa memang jurusan yang tepat bagi kami dan kami ga perlu dengerin omongan  negatif orang lain tentang jurusan yang udah kami pilih. Begitulah seterusnya..

Hal yg bikin gw dan Debby deket selanjutnya adalah kebiasaan ini: selesai latihan koor, gw dan Debby jalan kaki bareng ke pangkalan angkot.. Di jalan, banyak bgt yg kami curhatin.. Mulai dari masalah di kelas (pas anak kelas bahasa belum pada akur2 bgt), masalah hati, dsb. Kalau angkot yg mau gw naikin belum dateng dan angkot yg mau Debby naikin masih ngetem, maka kami bakal jalan ke pasar bagian belakang buat beli es kelapa muda.. Itu tempat es kelapa muda kesukaan Debby, karena kata dia gulanya berasa asli ga kayak di tempat lain..

Waktu masuk kelas 11 semester 2, gw dan Debby sama-sama bertekad buat masuk 3 besar.. Gw semangat bgt saat itu, tapi entah kenapa di tengah "pertarungan" itu tiba2 Debby bilang dia ga mau ngejar buat 3 besar.. Bagi dia, peringkat ga penting.. Kasarnya, dia ga mau terikat sama peringkat gt deh.. Yg dia mau adalah ksh yg terbaik semampu dia sambil tetep nikmatin hidup sbg anak SMA..

Bagi gw, Debby itu adalah anak ter-positif yang pernah gw temuin.. Jarang bgt dia nilai sesuatu secara negatif, bahkan buat hal terburuk yg dia alami sekalipun. Pernah sih gw liat dia agak terpuruk dan ga ceria kayak biasanya, tapi itu ga lama.. Dia bisa cepet bangkit lagi, krn bagi dia Tuhan itu adalah pegangan yang utama..

Selain itu, Debby adalah orang yang bikin gw pengen buat blog.. Dia ajarin gw cara buat blog tsb dan langsung jadi orang pertama yg follow blog gw.. bs dibilang apa yg gw posting di blog itu ga mutu, krn blog tsb cuma jd luapan galau gw.. Tapi, Debby-yg saat itu jadi satu2nya orang yg tau gw punya blog-selalu aja kasih support biar gw ga berhenti nulis di blog..

Singkat cerita, gw dan Debby sering tuker2an karya buat minta kritik + saran.. Di masa2 puncak gw dan Debby produktif bikin karya, kita sok keren nyari nama pena.. Ceritanya persiapan buat nerbitin buku gt deh.. Akhirnya, gw ksh nama pena "Deer" (Debby Erli yg lincah kayak rusa) ke dia dan dia pun bantuin gw cari nama pena.. Sering bgt kami saling kasih liat hasil karya kami dan akhirnya mulai jd "kalong" bareng..

Debby sering bgt nyuruh gw buat cerpen, tapi gw selalu males dan akhirnya milih buat yg cepet jadi aja, yaitu puisi.. Pada akhirnya, gw berhasil jg sih buat cerpen.. Sayangnya, Debby ga sempet baca.. Dia meninggal tepat satu hari setelah cerpen itu selesai..

***

Debby meninggalnya mendadak :"(

Gw inget bgt satu minggu sebelum dia meninggal, gw sempet ajakin Debby ketemuan bareng Neris dan Frans jg.. Semua udah oke sm rencana tsb, meskipun tempat ketemunya belum jelas di mana.. Di hari H, tiba-tiba acara ketemuan itu batal krn berbagai hal. Tapi entah kenapa, gw pengen bgt ketemu Debby.. Krn gw tau dia abis dari ITC BSD, makanya gw tlp dia buat tetep ketemuan di Teraskota.. Jawaban Debby "Yahh Sil, gw baru di rumah nenek gw nih... Kayaknya ga bisa ketemuan dulu deh.." Dia ngomong begitu dengan nada suara yg bener2 bukan Debby bgt.. Pengen rasanya gw nanya "Lo kenapa sih, Deb? Tumben amat cara ngomong lo lemes sama kalem gitu.." Tapi, gw ga utarakan dan berasumsi klo dia lg capek..

Besoknya, Debby ajakin gw nonton home concert orkes di Sanur.. Walaupun kali itu rasanya berat bgt buat nolak ajakan dia, akhirnya gw putusin buat tetep nolak krn gw mau belajar buat kuis.. Setelah nolak ajakan Debby, gw bener2 ga tenang dan bolak-balik liat jam.. Gw kepikiran buat nyusul ke Sanur, tp rasa panik krn mau kuis mengurungkan niat gw.. Gw yg biasanya langsung hapus sms dari tmn2 pun kali itu mutusin buat nyimpen aja sms dari Debby..

Seminggu berlalu dan kira2 jam setengah 12 pagi Neris tlp sambil nangis2.. Saat itu gw bahkan belum bangun tidur krn abis begadang..
"Sil.... Debby, Sillll... Debbyyyyy....."
"Debby kenapa, Ner?"
"Debby udah ga ada, Sil.. Debby udah ga ada..."
"HAHH! Debby mana, Ner?" (pas lontarin pertanyaan ini, gw berharap Neris nyebut nama Debby yg lain.. Debby yg mungkin sempet gw kenal tp ga gw inget.. Pokoknya gw ngarep banget yg Neris maksud itu bukan Debby Erli...)
"Debby lo, Silll... Debby bahasaaaa...."
nyesss.. hati gw ancur total pas denger itu... degan msh ga percaya, gw cuma bs bilang "Ahh jgn bercanda lah, Ner.. Lo udah cek? Lo bener2 udah liat itu Debby?"
"Tadi temen gw yg satu kosan sama Debby cerita ke gw, Silll.. Tapi sekarang gw udah mau UAS.. Gw bs cek abis gw slesai ngerjain UAS..."
Gitu kata Neris... Dan gw ngerasa ga berdaya Deb saat itu... klo aja bisa, pengen rasanya gw langsung pesen travel dan pergi ke Jatinangor saat itu jg.. Tapi, yg bs gw lakuin saat itu cuma nelpon ke nmr lo, Deb.. berharap lo yg angkat......
"Hallooo... Debb... Debbb.... Ini Debby kan???"
"Iya..." (gw kayak denger suara lo yg jawab, Deb.. Saat itu gw berasa punya harapan... Gw rela diboongin Neris, yg penting lo msh ada...)
"Hallooo... Debbb... Debbbb... Ini beneran Debby kan???"
"Bukan, Silll.. Gw temennya Debby..." (lo mesti tau gmn rasanya dgr jawabn ini, Deb.. jawaban singkat yg dibarengin sama isak tangis ini bener2 bikin gw ga tau lg hrs ngomong apaaaa...)
"Jadii... Jadi...berita ttg Debby itu bener???"
"Iya, bener..."
 "...............lo udah hubungin orangtuanya??"
"Iya, udah.. Tolong kasih tau tmn2 SMA nya ya, Sil..."
".....................iya.........."

Tanpa nunggu lama, gw langsung online.. Deb...rasanya tgn gw kaku banget buat ngetik.. Gw ga tau jg gmn kalimat yg bnr buat kabarin berita ini di group bahasa.. Akhirnya yg ketulis: "Guys...... Debby meninggal....... (dst.).........." comment yg muncul bilang bercandaan gw ga lucu.. comment yg muncul ga percaya semua.... Dan gw pun berharap berita yg gw denger itu bohong, Deb! Gw rela kalo emang gw bakal dimarahin tmn2 krn nulis berita ngaco..gw rela, Deb..asalkan itu bisa buat lo ga pergi..

Deb.. sbg manusia, tentunya byk hal yg msh gw sesalin meskipun gw udah coba ikhlas.. gw nyesel kenapa gw ga sempet ketemu lo dulu, gw nyesel kenapa gw ga peka sm semua perubahan lo, gw nyesel knp ga nulis cerpen dari lama jd lo bs baca, dll.. gw nyesel, Deb..gw nyesellll...

Di minggu2 kehilangan itu, gw minta lo dateng di mimpi gw.. Tapi, lo lama bgt Deb datengnya.. Begitu gw denger beberapa temen udah mimpiin lo sementara gw belom, gw berasa agak hopeless.. Gw jd mulai mikir aneh2: jgn2 Debby ga dtg gara2 gw tidurnya kemaleman trs, jgn2 Debby tau gw lagi cape mau UAS makanya ga mau ganggu, dll.. aneh2 deh pokoknya.. gw ngarang2 alasan sendiri kenapa lo ga dtg2 jg di mimpi gw.. Sampe suatu malem, tiba2 lo dateng dalam mimpi gw dengan indahnya..

Di mimpi itu gw minta lo bangun pas gw liat lo udah terbaring kaku.. Dan lo bangun.. Gw sempet kaget bentar trs tau2 kita udah ada di depan sebuah mall.. kita banyak cerita2 di situ.. gw pegang tangan lo.. rasanya hangat, ga dingin kayak pas gw melayat.. dari situ gw yakin bgt Debby udah balik.. trs gw tanya kenapa lo pergi dan klo ga salah lo cuma jwb dgn senyum.. krn gw ngerasa lo ga mau gw tanyain hal itu, gw ganti pertanyaan "Lo udah tenang kan Deb di sana? Ga ada yg sakit lg kan di sana?" Dan ekspresi lo ketika jwb pertanyaan itu di mimpi gw bnr2 luar biasa tenang.. Lo ngeliat ke langit seakan semua beban lo keangkat dan lo senyum pas ngomong "Iya, Sil... Gw udah tenang... Gw sama sekali ga ngerasain sakit apa-apa lagi di sini..." trs kita jalan lg lewatin suatu jln yg bagus bgt kayak lg musim gugur gt.. tiba2 lo jalannya ngejauh dan gw panggil lo.. Krn gw panggil, lo nengok dan hampirin gw lg..lo peluk gw dari belakang.. yg bisa gw lakuin saat itu cuma nahan tgn lo biar lo ga pergi lagi, Deb.. Sampai akhirnya gw ngerasa ada yg aneh dan gw nengok.. pas gw nengok, lo udh prg Deb.. lo pergi lagi... trs gw jalan sendiri, nanya2 ke orang knp lo meninggal, meskipun akhirnya gw tetep ga dpt jwbn pasti..

Deb.. banyak yg kehilangan lo di sini.. gw pun super kehilangan lo soalnya ga ada yg manggil gw komodo lg nih :p tapi kita seneng klo ternyata lo udah bahagia di sana :D

Secara pribadi, gw ngerasa beruntung bgt Deb bisa kenal sama lo meskipun cuma sekitar 3 tahun..
Trs, gw ngerasa nama pena yg gw kasih buat lo bener2 lo bgt.. lo lincah + semangat kayak rusa kecil gitu.. nah trs kan lo suka kupu2.. kita sama2 tahu sayap kupu2 itu rapuh, Deb.. tapi dgn sayap serapuh itu, si rusa kecil tetep bisa terbang dengan anggunnya..terbang buat nyebarin semangat.. terbang buat bagi2 sukacita... bahkan, kini dia udah terbang ke surga-ke tempat yg lbh indah dan menjanjikan :3



Danke sehr, Debby Erli! ;)

Senin, 06 Mei 2013

Ayo kita rame-rame ikutan lomba menulis puisi atau prosa liris! Info lebih lanjut dapat dilihat di http://redaksi-metakata.blogspot.com/

Selasa, 01 Mei 2012

Banyak hal yang ga bisa gw ungkapin lg..
antara seneng n sedih semua nyampur
tapi sejak live in di biara kemarin, gw semakin sadar semua hal di diri gw itu milik Tuhan
harusnya gw siap kasih apapun seutuhnya ke Dia. Tapi masih ada rasa takut. Masih ada ragu.Sampe semua numpuk di hati dan gw pengen nangis rasanya.

Bentar lagi tepat satu tahun gw putus. Setidaknya gw ngerasa hati gw udah Tuhan jaga. Ga seancur dulu, ga serapuh dulu. Tuhan Maha Baik.


Kamis, 19 Januari 2012

Beda

kiranya
aku temukan cara
untuk ungkapkan
sebuah masa
yang pernah ada;
keutuhan kisah
dengan awal indah
dan akhir tak tentu arah
aku ingin sanggup
katakan cukup
atau ucapkan syukur
pada pengalaman
yang bisu
dan penuh ragu
saat sudahkan
cerita.
nyatakanlah bahwa
risau
akan segera sayup
lewat desah rindu...


Maaf..

Sabtu, 31 Desember 2011

God Helped and Saved Me (AGAIN)

Singkat cerita, gw pengen ikut lomba pemilihan bintang suatu produk gt. Gw udah tau acara ini dari lama tapi ga niat ikut sampe suatu pagi tgl 27 Desember, Ko Gias, Ko William, Eric, Anton n Getha ngebahas tentang lomba ini lagi. Berhubung gw jg didorong buat coba-coba ikutan, gw skrg jd bnr2 niat ikut. Masalahnya, deadline ngirim tuh foto tgl 31 Desember, sementara waktu itu gw blom foto sm skali..

Tgl 28 (emm..) Desember malemnya, gw maksa ade gw buat fotoin. Sederhana bgt, gw cuma pake kaos biasa sm celana model rok gt. Gw jg cuma foto deket pohon natal gw n secara kilat buat topi natal sendiri dr kain flanel..Udah tuh, jd 1 foto.

Berhubung boleh kirim lbh dr 1 n foto deket pohon natal itu bukan konsep awal yg gw mau, gw makin stress kpn bs foto lg di alam terbuka ky yg gw mau. Ternyata, Tuhan ngasih jalan :) Tgl 29 Desember, harusnya gw shooting film pndk tuh. Cuma trnyt pemeran utamanya ga bs dtg. So, gw iseng minta tolong sm 2 tmn klmpk gw yg udh terlnjur dtg ke rumah gw. Mereka ok2 aja :) Jadi deh gw ke Ruko Versailles n naek angkot ke The Green. Masuk ke The Green-nya kita bertiga jalan kaki..Beuhh asik bener dah capeknya!

Abis jepret sana-sini, kita pulang. Kita keluar dari The Green jalan kaki, trs nyebrang jalan raya yg serem karena rame itu, trus jalan lagi smp rmh gw.

Sayangnya, gw lupa setting kamera digital gw biar ga munculin tgl di foto. Alhasil gw mesti ngedit dulu. Parahnya, photoshop gw error, jd gw mesti download yg baru lg. LAMA BUANGET!!!!Tadinya tinggal 2 jam, eh ke close, jd ulang lagi. Gw tinggal tidur sampe pagi, pas bangun taunya gagal :(
Ga mau nyerah, gw coba download lg, minta tolong tmn jg, dll. Intinya pas udh ke dwnld, inet n laptop gw error! :( Akhirnya gw istirahatin dulu biar ga panas. Eh taunya gw ketiduran sampe jam 7 malem! Bangun tidur gw langsung liat tutorial "how to remove date from photo" di youtube. ternyata software yg td udh berhasil ke download sm gw itu pake bahasa asing (bukan inggris, bukan jerman, bahasa turki mungkin). Itu udah tgl 30 Desember, udh malem n gw blom cetak fotonya. Panik bgt lah gw.

Akhirnya tanpa di edit-edit lg (bodo amat dah), gw lgsg mau cetak. Cobaan selanjutnya: opa lg pergi jadi ga bs anterin, bokap blom pulang, ade gw jg blom pulang, ojek ud kosong, ojek langganan pun udh ga di pangkalan.
Kesel to the max tuh gw, apalagi ditambah diocehin nyokap gara2 ga cetak tuh foto dr siang.

Ga lama kemudian ade gw pulang dgn sepedanya. Gw pun ngebut pake tuh sepeda buat ke Fujifilm deket sekolah. Gw takut banget, secara udh malem n gw naek sepeda sendirian. Tapi mau gmn lg?
Ade gw sempet nawarin diri biar dia aja yg ke sana (so sweet :p), tapi gw ga kasih karena gw tahu dia cape jg abis disuruh beli makanan.

Sbelum dilarang pergi sm nyokap, gw pun naek sepeda cepet2. Di luar gelap n sepi bgt! gw pun ngebut, karena Fujifilm itu tutup jam 8, sementara gw jalan dari rumah udh jam stgh 8 lewat.

Di jalan raya byk kendaraan, gw sampe susah nyebrang. Tapi untungnya gw ga di klaksonin org gara2 gw lama atau terlalu semabarangan nyebrangnya.

Byk pilihan jalan menuju Fujifilm, tapi gw pilih yg ga lewat jalan raya. Jadi, gw lewat kompleks perumahan gt. Sepi. Gw bahkan sempet lewatin jalan yg katanya cukup angker gt. Gw cuma bs berdoa dlm hati, sebut2 nama Tuhan terus.

Sampe Fujifilm, gw parkir sepeda tanpa gw kunci. Gw lgsg masuk ke dlm trus minta cetak. Gw butuh fotonya jadi hari itu jg biar bs dikirim, tapi orangnya blg jadinya bsk jm 12 siang. Gw lemes.
Gw cuma bs ngmg "Mba, ga bs lbh cepet ya?" Dijawab ga bs. Gw tanya "Emg Fujifilm buka jam berapa ya? Saya ambil langsung deh abis buka."
Mba-nya blg jm stgh 8, cuma jm sgitu pun fotonya blm jd. Gw hopeless n diem...
Trs ga lama kmudian, gw ky ada dorongan buat nanya sekali lagi "Mba, bnr2 ga bs lbh cepet ya? Saya butuh bgt soalnya."
Gw ngomong udh lemes bgt deh pokoknya.
Trus mba-nya masuk n tanyain ke pihak percetakannya. Gw doa kilat "Please Tuhan, bisa dong.."
Ga lama mba-nya keluar n bilang "Orangnya bilang bs jd hari ini. Kamu disuruh tunggu aja katanya."
YESSSSSSS!!! SUPER DUPER THANKS GOD!!! :D

Pulangnya, gw ngebut lg berhubung udh makin sepi n gelap banget. Sampe rumah, gw gemeteran..gw ga nyangka trnyt dr td gw kedinginan n takut bgt mesti lewatin jalan gelap, mas-mas, dll..

Tapi dr situ gw bs belajar buat makin dewasa n mandiri. Gw jg bangga karena gw udh berhasil melawan rasa takut gw atau pikiran negatif gw ttg mcm2 hal yg bs terjadi kalo cewe kluar malem sendirian. Dan yg terpenting, gw belajar betapa pertolongan Tuhan ga pernah terlambat ataupun lebih cpt. Selalu pas sama waktunya gt deh.. ;)
Dia jg ga mungkin ninggalin gw sendirian dlm situasi macam apapun..

I LOVE U FULL, MY DEAREST 'FATHER' <3 <3 <3

Jejak Nilai Sang Tikus

Beberapa hari ini gw belajar dari si tikus gendut yg "nginep" di rmh gw tanpa mau masuk ke perangkap.
Dia bolak-balik lewat bahkan ketika orang-orang blom pada tidur.
Temen2 gw yg kebetulan liat sempet heboh triak2, tapi gw nyante.
Pas gw lg ngelap piring, dia lewat deket bgt sm kaki gw. Sempet kaget n mikir itu bayangan apaan item2..tapi pas tau itu si tikus, gw mikir yaa it's okay..
Pas lg nonton TV bareng nyokap n opa pun dia bolak-balik lewat.
Gw berani jamin kalo itu adalah tikus yg sama kayak yg gw liat waktu lagi nonton Evan Almighty n Twilight malem2 sendirian (baca post sebelumnya :P)
Tampangnya itu loh, bener2 polos n memelas bgt.
Gw kesel sihh dia ada di rumah gw, tp gw jg sekaligus kasihan :/
Tahu kenapa? Karena dia bolak-balik begitu demi cari makan buat anak (-anak) nya.
Tadi pagi satu anaknya udah masuk perangkap.
Gw yakin masih ada anaknya yg lain jadi dia mati-matian cari makan.

Dia rela ngorbanin nyawa bgitu cuma buat anak-anaknya..


.....dan kurang lebih seperti itulah pengorbanan orangtua demi anak-anak mereka...gw yakin itu...

Jumat, 30 Desember 2011

Satu Kata: Cebok

Biasanya kata atau istilah lah yang mampu menguak atau mengungkap makna
Tapi kini, kami yang menguak dan mengungkap makna kata atau istilah yang ada...



Istilahmu masih ambigu: membersihkan.
Tapi kenapa hanya daerah pantat yang memakai istilahmu?
Kenapa istilahmu tidak universal saja,
cebok papan tulis misalnya.
Istilahmu dianggap rendahan, kotor.
Padahal semua orang melibatkanmu secara intim dan pribadi dalam hidup mereka
Kenapa kau tak juga naik pangkat?
Tanpamu, jiwa raga kami berontak.
Tahu kenapa?
Tentu saja karena ada yang tidak enak di belakang dan di bawah sana-tak bersih.
Wahai istilah cebok, kami (-red: kelas bahasa) menghargaimu.
Dalam setiap kesempatan, di berbagai acara dan pelajaran,
tak lupa kami libatkan engkau.
Tak perlu ragu, tak perlu resah,
eksistensimu kan tetap terjaga....
........selama manusia masih keluarkan sisa...





Puisi ini (kalau bisa disebut puisi sih) adalah hasil sebuah tantangan dari temen sekelas gw, karena begitu seringnya kami (anak-anak kelas bahasa) menyebut istilah yg satu ini dan bs mengaitkannya dgn berbagai hal.. Ga percaya? Tanya aja Pak Victor :p (kalo dia inget sih)

So, gw buktiin deh kalo gw bener2 bikin sesuai permintaan..hehehe.. ;)

Senin, 26 Desember 2011

This is How I Through My Days

what time is it? okay udh hampir jam 2 pagi tapi gw sangat sangat mls tidur. Lagian jam 7 atau jam 8 gt udh mau shooting buat tgs film pndk, jd nanggung. okay gw jd kalong aja. biar bsk cape trs bs tdr nyenyak malemnya tanpa mimpi indh yg berkebalikan sm kenyataan.

Sebagai kuli tinta (berasa keren :p), gw mau sharing aj ttg hidup gw menghadapi natal ini.
Kemaren gw kerja trs pulangnya gw demo suatu produk ke ii gw yg kebetulan mau nginep. Pas liat jam, udh jm 4 n misa natal mulai jam 5. Karena blm siap2, dll, akhirnya gw mutusin buat gereja malemnya. Eh taunya malem ada BBQ-an brg keluarga di rmh om gw. Alhasil ga ikt misa. Di sana asik bgt, gw bercanda gila2an sm spupu yg msh bocah. Lumayan bs buat mereka sng :)
Sampe rmh udh pagi gt, pdhl gw niat ikt misa natal yg jm 6 pagi. Salahnya, smp rmh gw ga lgsg tidur tp malah ol smp jam 3an, karena emang lg males bgt tidur.
Besoknya, gw brhsl bgn jam stgh 6. Tapi itu udah telat bgt klo tetep mau ikut misa, soooo gw gagal total ikut misa natal. So sorry God :(

Jam 8an gw kumpul di Aula Christoforus buat bagi bingkisan natal di misa anak. Kluarga gw yg lain pada ikut misa itu, tp gw tentu aja ga bs ikut. Slesai tgs, gw hampir aja langsung dibawa ke Bogor buat ke rumah sodara. EITTSS!berhubung gw ada tgs Putri Sakristi ntar malem, gw ga mau deh..sempet "dicobai" sm nyokap:gw dibujuk2 ikut gr2 di rmh emg ga ada org. Syukurnya, gw brhsl pada pendirian. Gw kan udah ga ikut misa natal, jd ga mgkn donk ga tanggung jwb jg sm tgs pelayanan ini..Apa kata Tuhan?! :p

Di Ruang Sakristi~

Putri Sakristi: cuma 2 org
Putra Altar: cuma 4 org
Prodiakon: cuma 3 org
Lektor/Lektris n Pemazmur: lengkap (3 org)

LALU APA YG BIKIN SHOCK? di misa ini ga ada yg koor, ga ada dirigen, ga ada pengiring, ga ada tata laksana jg, dan parahnya: umat cuma seuprit prit prit.

Jadi, Putri Sakristi yg biasanya masuk belakangan karena mesti ngunci loker, pintu Sakristi, dll akhirnya pun jd ikut masuk ke gereja bareng sm iring-iringan Putra Altar, Prodiakon, Lektor/Lektris n Pemazmur, dan jg Pastur-nya. Uniknya, dlm iring-iringan itu kita pun nyanyi lagu pembukaan sendiri karena emang ga ada yg nyanyi lg. Ga kalah unik lg, semua petugas ini pun duduk di kursi koor..ga prnh liat yg kayak gini kan?hhe..LANGKA LOH!dan kemungkinan bsr, hal kayak gini baru sekali trjd..

Selesai tgs, gw galau!di hape gw *tumben* ada byk sms n bbrp diantaranya sgt sgt berharga.

*skip*

selesai telponan sm Nerissa, gw pun nntn film yg dy bilang lg ditayangin di TV: Evan Almighty n Twilight (LAGI).. akhirnya gw banyakan nntn yg Evan Almighty sih.. Karna yg Twilight udh nntn belasan kali, trus tuh film jg bikin gw inget byk kenangan manis..
Sayangnya, film Evan Almighty itu cpt abisnya, jd gw beralih  nntn Twilight jg deh. Di sela2 nntn, u should know: KIPAS ANGIN GW NYALA SENDIRI!!!gw lg sndr loh nontonnya, ga ada yg nyalain jg. trs gw lgsg sms Neris. Berhubung film Evan Almighty itu ada tokoh Tuhan-nya, jd gw pun nyante aja..
Neris bales sms gw n intinya dy suruh gw ngecek nomor on di kipas, karena msh ada kemungkinan tu kipas error. kata Neris: "yang pntg ga di angka nol aja sih"
Tau ga, trnyt angkanya beneran di nol loh!itu kan brarti dlm keadaan off. Pertanyaannya:kok bs nyala sihh????
*hufhhh, yasudahlah*

Tantangan selanjutnya yg menghadang adlh kenyataan bahwa gw nntn ditemenin sm tikus. Yup, rmh gw lg diserang sm satu tikus item nan gendut yg udh bbrp hr ni gagal masuk perangkap. dy bolak balik lewat gt, sok mengendap-endap pdhl gw dah liat dy. copo ah!
Gw pun akhirnya milih stay cool aja selama dy ga deket2 gw..

Selanjutnya, panggilan alam menghadang! ga ush di sensor n gw sebut frontal aja ya: B-O-K-E-R.
(sejak masuk kls bahasa, kata "boker" yg awalnya tabu bagi gw buat disebut di khalayak umum pun akhirnya jd kata umum yg rasanya aneh kalo ga disebut.hahaha, maaf detail. :p )

Sblm masuk WC, ada kecoa gt lewat. haduh mateng!gw takut stgh mati sm kecoa,pdhl org rmh yg biasanya gw tugasin buat basmi makhluk itu udah pada tdr smua n obt nyamuk entah kemana! oke, gw akhirnya stay cool lagi. Tapi gw dah curiga sih kalo ni kecoa bakal masuk kamar mandi n ganggu ritual boker gw.
Stlh berjuang di toilet bbrp saat, tamu yg gw perkirain bakal masuk pun memang masuk.. -_____-
Gw semprot aj pake air smp dy kluar. Tapi gw curiga dy bakal masuk lagi dan trnyt emg bener. jadi gw semprot lg deh. Gw dah yakin dy bakal "nunggu" gw di dpn pintu WC. dan trnyt bnr lg! gw jd merasa sgt memahami kecoa sebagaimana Neris memahami kaki seribu-binatang yg paling dy benci jg.huhhh, cape dueh!
Entah krn takut atau mengelabui, kecoa itu pun perlahan-lahan bergeser n ngumpet di deket sepatu ade gw (jd ga sbr tau reaksi si Ryan kalo bsk gw ceritain nih.hahaha)

Karena berniat ol, akhrinya Edward-Bella yg sedang berunyu-unyu ria pun gw lenyapin pake tombol off.

Jujur aja, karena udh curcol pnjg gini, gw jd lupa nilai apa yg mau gw sampein hari ini.maap dehh yaa..suka ga konsen sejak kejadian itu* soalnya. Anyway, thanks for reading n MERRY CHRISTMAS GUYS!!!! :D :D :D

bubye, gw trnyt msh butuh tidur jg..hhe
doain gw bs ngurus semua kenyataan yg ada bsk yaa..gw msh butuh nasihatin si copo boy soalnya..kadang rasanya aneh deh, gw aja blom becus nyelesaiin mslh di hdp gw, tp gw udh dituntut untk ngelupain itu n bantu mslh org..duh maav jd curcol lg..see ya! love u full..hohoho


* = kejadian super rahasia :p

Rabu, 30 November 2011

Titik-Titik Basah

Berlomba-lomba
Berlarian ke arah bawah
Turun
Jatuh
tanpa berpegangan
Sesekali menyapa
Ketika sapaan terhubung
akan terbentuk titik basah yang lebih besar
Tergenang.
Lalu hanya ada dua pilihan:
diinjak-injak
atau
diserap tanah
Manapun yang dipilih tetap sakit
Namun titik-titik basah ini berbeda
Tidak memilih keduanya.
Memilih jalan lain.
bukan tempat
tapi kapan jatuhnya:
achtundzwanzig und
uebermorgen
Seakan mengerti;
rasa setitik nafas
rasa secercah penglihatan...

Selasa, 29 November 2011

Inanimate

I stuck in this boundless time
Abhor the bitterness and also the rapture

I'm in captivity in our promises
If I abandon those things, I won't be the same like I used to

With the tidal waves,
an inanimate figure wanna give you a silver cup in behalf of your agony
Isn't it adequate?
You deny it just by seeing
though it's not your right

I can't attain everything anymore, I know...
But this lifeless thing just endeavor to give you a bliss..

Senin, 28 November 2011

Makna Menurun

Aku ingin bermain
Bermain dengan huruf dan angka
datanglah jika mau menemani
pergilah jika hanya mau memaki
Aku ingin ini semua ada,
A untuk Auditorium
4 untuk lebih spesifiknya
A2 untuk pernyataan dan pertanyaan
A1 untuk jawaban
2 untuk awal bahagia
8 untuk pelengkapnya, di mana rasa dapat berputar tanpa ujung
11 untuk kebersamaan-nomor pemersatu
0 dan 9 untuk lembaran baru, jawaban doa di balik perseteruan kalbu
Hanya huruf dan angka ini yang mau aku ajak bermain dalam hidupku
Bermain dan berputar hanya pada angka dan huruf ini saja
Hanya ini...
Tak perlu adanya kombinasi.
Tidak juga penjumlahan,
pengurangan,
pembagian,
perkalian.
Angka dan huruf ini hanya butuh berdampingan sebagaimana mestinya
sebagaimana awalnya:


letzte zwei Jahre...

Sabtu, 26 November 2011

Kado Dari Tuhan

Hari ini gw ngalamin begitu byk hal yg membuat iman gw cukup menyala-nyala..
Sebelumnya, gw adalah tipe orang yang sering bgt memandang suatu hal dari sisi negatifnya..tapi semakin dewasa, gw pun makin sadar kalau semua itu ga baik..gw coba merubahnya..memang ga semudah membalikkan telapak tangan, karena sulit bangeeet nemuin hal postif dari sebuah hal yang setelah ditilik dari sudut apapun tetap menyedihkan..
walaupun begitu, yg pasti gw akan berusaha yg terbaik untuk merubah cara pandang gw akan sesuatu..

***

ini gabungan puisi dan lagu yg gw buat untuk tes s.suara..lagu ini nguatin gw bgt..dan gw merasa hebat..SANGAT HEBAT!!knp?krn kekuatan yg dikasih Tuhan besar bgt buat diri gw..gw sadar hal ini dari segala masalah besar yg gw alami..kalau gw ga kuat, Tuhan pasti kasih masalah yg kecil2 aja kan? :)


Seringkali aku hanya tertawa dalam luka
Aku lelah, Tuhan
Aku tak mau seperti ini terus
Aku bosan harus bersua dengan derita
Sampai suatu hari seseorang datang menyuarakan kata:
APA YANG KAU ALAMI KINI
MUNGKIN TAK DAPAT ENGKAU MENGERTI
COBAAN YANG ENGKAU ALAMI
TAK MELEBIHI KEKUATANMU
TUHANMU TAK AKAN MEMBERI
ULAR BERACUN PADA YANG MINTA ROTI
SATU HAL TANAMKAN DI HATI
INDAH SEMUA YANG TUHAN B’RI
Tuhan..Aku buta akan semua rencanaMu
Aku tuli akan bisikkan dalam kalbuku
mengecap, mencium, atau meraba pun aku tak mampu
Semua adalah kuasa dalam tanganMu...
TANGAN TUHAN SEDANG MERENDA
SUATU KARYA YANG AGUNG MULIA
SAATNYA ‘KAN TIBA NANTI
KAU LIHAT PELANGI KASIH-NYA
Terima kasih Tuhan,
karyaMu telah merangkai indah hidupku
Membuatku tak ragu dan percaya bahwa:
segala pemberianMu akan indah pada waktunya

***
Selain hal di atas, gw jg mau sharing ttg pengalaman gw hari ini..

Hari ini gw bangun dengan senyum..gw berdoa, gw mengucap syukur..hari gw berjalan oke2 aja.. Di jam Sastra Inggris disuruh story telling singkat ttg cerita yg jam itu juga baru dibagi..ya walaupun gw deg2an bgt n byk cengengesan di dpn krn ceritanya jd lucu, smua pun dpt berjalan dgn baik..

Selanjutnya jam Creative Writing..gw ternyata ga ikut remed yg Ka Rani bilang mau diadain..gw kaget bgt n bersyukur..awalnya gw kira gw bakal disuruh remed krn nilai gw terjun payung gt dlm hal mengarang..
karena nganggur, gw pun lanjutin buat pergamano sampe mata gw sakit liatin pola kecilnya n tgn gw babak belur kegunting di sana sini.. Di akhir jam pljrn, Ka Rani mengevaluasi kita semua..kalimat dari Ka Rani, seperti "Jujur saja saya kecewa karena kemampuan kelas Bahasa di tahun ini jauh dari tahun-tahun sebelumnya" ataupun "Saya cukup kecewa karena kalian tidak kompak dalam menginformasikan tugas" udah biasa di telinga gw (dan mgkn temen2 gw)..Jadi, ketika hari ini Ka Rani balak-blakan kasih kritik, gw sgt" ga sakit hati dan dgn seneng hati nerimanya :)
Semua dikasih penilaian sm Ka Rani..sebagian lbh menonjol di karangan fiksi, ada yg di non fiksi, dan sedikit bgt yg balance..Gw termasuk yg Ka Rani bilang menonjol di fiksi..yup, gw cukup sadar itu..pengetahuan gw sempit solanya, jd rada sudah mengemukakan klmt di karangan non fiksi..
Di akhir penilaiannya, Ka Rani bilang "Yang di sini saya temui berbakat tapi kurang mengembangkannya adalah Sesil dan Grady.."
DEG!!nancep! Apalagi pas dia bilang "Kalau buat Sesil, saya liat kamu suka males mikir..kamu mengalir aja nulis yg kamu pikirin tanpa mikir selanjutnya bakal kayak gimana.."
HAHAHA SEMUANYA BENER BGT!SI KA RANI HEBAT!! :p

pergamano berjalan seperti biasa..seperti 5 tahun lalu saat gw pertama kali masuk:menyenangkan! :)

pulang jalan kaki..sejak kelas 12 ini gw memang lbh rutin pulang sendiri..
oke, gw pegel2.

Sorenya gw bikin jus mangga  (ga jadi) n jadi buatnya jus apel pake Tokebi baru punya nyokap..
dasar nyokap..sering bgt jadi korban iklan produk2 kayak gni..hehehe..gw isengin aja, gw yg perawanin alat barunya.. Xp
Setelah nyuci piring, ngepel dikit, dll, gw makan secepat kilat..secara gw udh mau tgs PS n 1 jam sblm tgs itu udh mesti berenti makan apapun..
Naahhh..stlh kisah2 di ats yg kurang penting, lanjut deh ke pengalaman iman gw..

Jadi gini, jm stgh 7 lewat, gw lgsg cpt2 kabur ke pangkalan ojek..gw ga mau ngerepotin opa..BUT..dlm perjalanan ke pangkalan ojek itu, byk banget tukang2 bangunan n anak2 muda yg duduk di pinggir jalan..gw sbnrnya takut..secara udh gelap, jalannya di sebelah sungai dan gw pake rok buat tgs..pikiran gw ud penuh kejadian kriminal aja..untungnya Tuhan nenangin gw..pikiran gw yg ngtf pun diubahNya jd positif:kamu kan mau melayani,jd tenang aja, pasti ga ada apa2..
Kurang lbh gt deh bisikkkan dariNya.. :)

Sampe di pangkalan ojek..KOSOONG!
cuma ada om2 gendut gt..gw pun nanya sesopan mungkin.
"Om, ojeknya udh ga ada sama sekali ya?"
"Oh tadi sih masih ada 2, cuma lg dpt penumpang..emang kamu mau kemana?tunggu aja, bentar lg jg dtg.."
Oke gw nurut..gw tunggu sambil berdiri..dy nawarin duduk sih tp gw lbh ngerasa aman kalau berdiri..
dy ngajak ngmg ini itu pdhl gw lg panik takut telat dtg tugas..sempet sebel n berpikiran dy super kepo sih tapi yasudahlah..semua pikiran itu gw ilangin n gw pun pamitan buat cari ojek di pangkalan lain..
Gw jalan lg sampe jalan raya gede..daaannn..ojeknya pun spertinya kosong..ada 1 org di sana, tp apakah itu beneran tukang ojek?gw ga yakin..
So, gw cuma bisa mohon2 dlm hati biar ojek langganan gw tiba2 lewat..
daaannn..JENGJENGJENGJENG!!beneran dateng, booo! :D
gw panggil lgsg deh..dgn segenap hati, gw mnt tlg dianterin ke gereja..
selamat deh sampe gereja.. :)
trs gw tugas..yg dtg cuma gw sm Fefe..Sblm tgs, ada prodiakon yg ngmg cukup pnjg lebar ke gw:
jgn lupa sediain ini ya, itu juga, jgn lupa ngecek ini, ngecek itu, jumlah lap-nya jgn ganjil ya tapi dibuat genap aja,dll..
gw iya2 aja dgn senyum n lgsg jalanin semua kata dia.. *latihan sabar loh ini*

hmm..ternyata yg pimpin misa itu Romo Lukas Sulaeman..Dia jadi romo paporit gw sekarang nih!!hahaha..kenapa?krn beliau super bae n friendly!di dpn romo laen gw behave abis..senyum aja ngirit n berusaha semanis mgkn..di dpn dia sih gw sampe cengengesan seenaknya..gw bisa santai ngmg "Eh romo..selamat malam, romo!" atau "Romo, romo..tlsn nama di 'intensi misa' ini apa sih?ga kebaca.." dll deh pokoknya..
Di akhir misa, gw tiba2 disadarin Tuhan kalau romo ini nih yg dulu tau2 dtg ke gw, rentangin telapak tgnnya di kepala gw n lgsg berkatin gw jadi suster..Beliau juga kayaknya inget deeeeh.... -____-
buset dah, waktu itu gw sampe cengo..gw jadi suster???sempet kepikiran sihh tapi kayaknya belum siap deh..hati plus iman blm oke soalnya..hhe..
Selesai tugas, gw ke goa Maria n abs itu cari ojek buat pulang..
tapi siingg..gereja udh sepi..lampu gereja udh dimatiin, umat udh pada pulang..dan gw pun nunggu keajaiban ada ojek dateng..
telpon bokap-masih di kantor
mau telpon rumah ga enak sama opa..nanti kecapean
lalu gw cuma diem duduk di kursi kayu dpn gereja..kedinginan lg!huhh..

TRINGG!!
tiba2 ide muncul..
berhubung kenal sama satpam gereja, gw pun nanya.
"Pak, ojeknya udh ga ada ya?"
"Udah malem de, kayaknya udh ga ada deh..emang kamu tinggal dimana?"
"Sebelum kencana loka..sektor 1-6.."
"Di mana tuh?"
"Yg deket2 Stella Maris, tp sebelumnya..yg ada sungai itu.."
"Oh di situ.. Nanti saya antar deh.."
"....... Hmm yaudah deh..maaf ya pak ngerepotin.."
"Ga apa2 kok.."

YEAY!!bersorak sorai dlm hati deh gw!

lalu..Mas Yoto-koster gereja-keluar naik motornya..
Dia rumahnya di VMM tp dgn baik hati (kayaknya ini kedua kalinya) dia akhirnya yg nganterin gw pulang..
yuhuuu....MAKASIH TUHAN..MAKASIH BANYAK ATAS BANTUANMU! :)))))

gw seneng bisa melalui hari ini dgn baik..pertolongan Tuhan nyata bgt kan?mgkn lewat hal2 kecil dan ga berasa kalau ga lagi di saat2 darurat..Tapi percaya deh, Dia ga pernah telat kasih pertolonganNya ats mslh2 kita..Tuhan super dahsyat!Dia sumber segala kebahagiaan..Dia pacar abadi gw :)))) Kalaupun gw khilaf mutusin hubungan dengan Dia, Dia ga akan ninggalin gw dan selalu nerima setiap kali gw mau balik ke Dia.. Selain itu, hadiah2 ultah gw dari Dia jg bener2 oke! Gw cuma inget hadiah yg Dia kasih sjk gw di SMA sih,tp udh lmyn..hhe..

Di tahun 2009, dy kasih gw someone special..hadiah nyata, hidup n penuh cinta..hadiah ini memang ga dibungkus pake bungkus kado n dikasih pita, tp luar biasanya ga bisa diungkapin pake kata2..kenapa??karena gw udh berdoa untk hadirnya dia sejak lama..

Di tahun 2010, gw dpt hadiah buanyak buanget!Dia buatin pesta sweet 17th buat gw di bumi lewat tgn nyokap gw yg udh atur semuanya..gw bener2 angkat tgn dan bahkan ga tau gmn tempat pesta ulth gw..tp semuanya berakhir amazing! :) ditambah sm someone di ulth itu..bnr2 ky yg gw mnt di doa gw bgt.. Selain itu, dy jg ksh gw n tmn2 gw menang lomba di CTS..plus..gw resmi dilantik jd PS di bulan ulth gw jg! :)

Di tahun 2011, Dia kasih gw hadiah dlm bentuk lain..Ini adalah hadiah dalam hadiah..gw perlu melalui tahap nangis, berontak, benci, dll sampe akhirnya gw bs nemuin isi hadiah itu yg sbnrnya..secara fisik kado di tahun ini memang jelek (jelek bgt malah!), karena gw perlu kehilangan byk hal..
tapi gw rasa, dgn semakin dekatnya gw sm tgl ulth gw thn ini, gw makin bisa nemuin isi kado yg sbnrnya :)

Terima kasih Tuhan atas segalanya..atas rencanaMu untuk membingkaiku lebih kuat..di akhir perselisihan, rasa kehilangan, dan kebencian ini, aku mulai temukan kadoMu yg sesungguhnya:kado kehidupan-kau menempaku lebih kuat, buatku lebih dewasa dlm cara berpikir dan bertindak..tak lupa kau pun tambahkan pita indah untuk kado di tahun ini:perdamaian dgn sahabatku..

I LOVE YOU, GOD!!!! <3 You've filled the gaps in my heart.. You're the best!!

Kamis, 24 November 2011

Sepatu Dalam Makna Palsu

saat berjalan tanpa alasmu
seringkali kutanyai mengapa itu
meski kutahu jawabannya hanya berderu satu

saat itu ada kebutuhan ruang dan waktu
kutemukan tempat alas kakimu merindu
ia ditendang oleh pilu
aku merapikannya kembali dengan saru

sejak meraup keheningan bersama di tempat jauh nan dingin itu
kau mampu buatku merasakan lagi hal yang tak menentu
tapi bersamaan dengan rindu
juamu pergi dan melalu
kusimpulkan bahwa terhadapku,
semua lawan jenis bertingkah laku:
mengorek tempat singgah sementara waktu
kemudian tinggalkannya bernanah dan jadi busuk untukku
pula kau!-sepatu dalam makna palsu-mengapa tinggalkan jejakmu di hatiku
tidakkah kau tahu;
aku lelah dibelenggu elegi yang tak menentu

Sabtu, 19 November 2011

Sajak Putih Kepada Merah

(Untuk tugas Sastra Indonesia. Aliran sastra: simbolisme)

Sekali waktu putih ingin bersua dengan merah
Ingin meraih merah.
Tapi merah terbang jauh ke sana
Melewati perpaduan warna pagi dari sisi ini;
Biru.
Kuning.
Hijau.
Cokelat.
Dan Putih.
Gerbang dan jendela hijau membingkai kuat-menahan.
Pintu tiada terbuka,
udara pun tiadalah berizin masuk.
Merah mendapat sebaliknya,
ia dalam rasa dinginnya di sana.
Putih tak pedulikan kenyataan,
sekalipun putih mampu bernoda oleh merahnya.
Selayaknya biru tua dan biru muda,
yang menyatu dalam langit dan awan,
Selayaknya hijau dan cokelat,
yang saling memenuhi bentuk pepohonan
Maka inginlah jua putih bersama merah-berdampingan.
Berdampingan seperti sedia kala,
sebelum kuning menyatukan diri dengan merah.
Membuat warna merah semakin tampak,
dan putih menjadi redup.

Kamis, 17 November 2011

November

1

4

15 oco meninggal

28

30

awal dan akhir
pembuka dan penutup
suka dan duka
melebur jadi satu jalinan nyata

Aku masih akan merasa
entah dengan tawa atau luka
Aku tak perlu meratapi raga
dalam bulan yang penuh kisah

Suatu saat nanti akan kulihat cahaya
dan aku akan tertawa diselingi memori nyata

Jumat, 28 Oktober 2011

Guratan Tulang Daun

Dulu hijau sekarang cokelat
Dulu segar sekarang layu
layu dan siap jadi serpihan,
namun tetap bertahan sampai sekarang-entah sampai kapan
memang terlihat tak berharga
tak bernilai
namun di dalamnya tersimpan sejuta makna
arkeolog, sejarawan, ataupun antropolog tak akan mampu menguaknya
mungkin mereka akan bingung dan bertanya-tanya
"Apa istimewanya?"
tak akan ada yang mampu mengorek fakta
karena sang daun tetaplah diam
hanya menjadi saksi bisu dari sekian lembar kertas memori
hanya menjadi ungkapan rasa insan yang dapat berubah digiring waktu
jutaan makna hanya dapat ditemui dari guratan halus di tubuhnya
guratan pembentuk tulang daun...
lihat dan tataplah lebih dalam
maka menjawablah ia akan rasa ingin tahumu
akan ia hadirkan rekaman kata dan ekspresi sebagai bukti
yang tak akan kau temui lewat guratan tulang daun lain di tanah ini...

Minggu, 23 Oktober 2011

Ibu Pariyem

Ibu...aku sangat rindukan senyummu
senyum itu mengisi hati sejak pertama kali kita saling menatap
senyum yang selalu hadir di sela pembicaraan kita sebagai keluarga
antara aku-ibu-vivi-ayah.
tak pernah sekalipun ada keluh kesah terlontar darimu
hanya senyum dan senyum
seakan senyum itu adalah makananku
makanan untuk hati dan jiwaku...
Ibu...
katakan sakit jika kakimu memang sakit
jangan paksakan tersenyum seakan tak ada apa-apa
aku akan carikan obat untuk sembuhkanmu
akan kukirimkan segera sesuai kebutuhanmu
Ibuku...kenapa ragu untuk sentuh aku, anakmu?
Kita tak berjarak secara emosional dan hati
hanya istilah kota dan desa saja yang menjadi jarak
tapi istilah itu bukan penghalang,
mereka menjembatani kita
menjembatani kasih sayang di antara anak dan ibu
yang walaupun terpisah jauh,
hatinya akan terus menyatu
Ibu...terima kasih sudah izinkan aku cium pipi lembutmu
pipi yang menghantarkan getar kasih sayang dari senyumanmu
terima kasih sudah mau balas memeluk dan menciumku
tapi kenapa tidak sejak awal saja ibu sentuh dan peluk aku
jangan ragu lagi ibu,
aku anakmu...
kau bebas perlakukan aku dengan kasih sayangmu
aku mencoba dekat dan duduk di sebelahmu,
jangan lagi kau mencoba menjauh, ibu...
karena aku tak membeda-bedakanmu
desa dan kota hanyalah istilah
istilah yang seharusnya tidak berhak menjauhkan kita
Ibuku..aku tak sanggup penuhi permintaanmu
"jangan nangis lagi, nanti ibu ikutan nangis"
aku sudah coba, bu...
aku coba tak menangis saat aku dan vivi memelukmu
kucoba benamkan sedihku pada tawa
tapi mulut hanya keluarkan tawa palsu,
karena mata tak mau menurut dan tetap keluarkan butiran air mata
vivi menangis.
aku menangis.
kau menangis.
kita berpelukan semakin erat.
kau bisikkan padaku permintaanmu.
tangisku pecah semakin parah.
kau pun semakin menangis.
vivi juga begitu.
lalu kita bertiga sama-sama mencoba untuk tersenyum, tertawa, dan menghentikan air mata
tissue menemani kita menyeka air mata.
kita ubah topik; mencari ayah.
ayah ada di seberang sana-menjauh dari kita sejak tadi tapi terlihat murung
ayah menyeka air mata-benarkah yang kulihat?
ibu mengalihkan perhatianku dan vivi pada ayah.
ibu menghindari pecahnya tangis lagi.
terima kasih banyak bu atas semua sajian lezat darimu
atas daun sirihmu saat vivi terus-menerus mimisan
atas ajaranmu rabok letong dan nge-gatul
atas semuanya...
ibu...sudah baca surat itu, kan..?
aku menyayangimu...
sungguh amat sayang...
kini aku kembali pulang dahulu,
tapi percayalah bahwa aku akan kembali memelukmu erat dan saksikan senyumanmu lagi..