Aku hanya raga yang hampa
berjalan tanpa arah menyusuri lorong kehidupan
lorongku masih panjang,
aku tahu.
tapi semua kisah ini
seakan menyuruhku cepat mengakhirinya
aku hanya sebutir embun perasaan
yang ingin cepat menetes
jatuh.
tapi apa
aku hanya berada di tempatku
tempat yang penuh arang luka
tempat di mana aku sadar
bahwa
aku hanya embun perasaan tak bertuan
aku hanya membanjiri hatiku sendiri
dengan rasa sakit
dengan tangis
dengan segalanya yang buatku puas sementara
tapi kemudian mematikan
aku menangis dalam diamku
aku menangis dalam tawaku
dalam doaku
dalam tidurku
bahkan dalam mimpiku-pipiku basah tanpa aku sadari
jangan sentuh hatiku lagi!
jangan sentuh!
tatap aku ke dalam mataku
rasakan jauh ke dalam hatiku
adakah luka ini tidak berpeluh?
bisakah kau-selain menghadirkan luka
juga menghadirkan tawa untukku
sekali saja, bisakah?
aku senang lihat kau bahagia
sungguh.
kau tersenyum dan tertawa dalam bahagiamu
dan....bahagianya
aku juga inginkan itu,
senyum dan tawamu yang hanya untukku...
aku menyayangimu, monyet brengsek..
sungguh sangat sayang....
kuterima kembali hatiku yang kau kembalikan hancur,
tapi kurasa kau masih perlu memperbaiki kerusakannya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar